Pengertian

Mycoral adalah sediaan obat dengan kandungan ketoconazole yang berfungsi sebagai obat antijamur yang digunakan pada infeksi tertentu. Obat ini memilki mekanisme kerja menghambat sintesis ergosterol yang merupakan komponen vital dalam membran sel jamur sehingga mempengaruhi permeabilitas sel. Mycoral tersediaan dalam bentuk sediaan Tablet dan Krim, obat ini diproduksi oleh Kalbe Farma.

Keterangan

Mycoral Krim:

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antijamur
  • Kandungan: Ketoconazole 2%
  • Bentuk: Krim
  • Satuan Penjualan: Tube
  • Kemasan: Tube 5 gram
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Mycoral Tablet:

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antijamur
  • Kandungan: Ketoconazole 200 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 tablet
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Mycoral digunakan sebagai mengobati infeksi jamur (Tinea korporis, tinea kruris, tinea manus dan tinea pedis), panu, dan kandidiasis kutan.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

Oleskan 1 - 2 kali sehari, tergantung beratnya infeksi.
Pengobatan harus diteruskan sedikitnya sampai beberapa hari sejak hilangnya semua gejala. Lama pengobatan biasanya : tinea versikolor 2-3 minggu, tinea korporis 3-4 minggu, tinea pedis 4-6 minggu.

Dewasa:

  • Infeksi kulit: 1 tablet (200 mg) sekali sehari pada waktu makan. Apabila tidak ada reaksi dengan dosis ini, dosis ditingkatkan menjadi 2 tablet (400 mg sehari).


Anak-anak:

  • Tidak boleh digunakan untuk anak di bawah umur 2 tahun.
  • Anak dengan berat badan kurang dari 15 kg: 20 mg 3 kali sehari pada waktu makan.
  • Anak dengan berat badan 15 – 20 kg: 100 mg sekali sehari pada waktu makan.
  • Anak dengan berat badan lebih dari 30 kg sama dengan dewasa. Pada umumnya dosis diteruskan tanpa interupsi sampai minimal 1 minggu setelah semua gejala hilang dan sampai kultur pada media menjadi negatif.

Efek Samping

  • Iritasi, pruritus, rasa terbakar dan reaksi alergik dapat terjadi selama pengobatan dengan Mycoral krim.
  • Gangguan pencernaan: Mual, muntah, diare, pencernaan yang terganggu, sembelit, sakit perut, perut kembung.
  • Penyakit kuning, hepatitis.
  • Urtikaria atau Biduran.
  • Sakit kepala, pusing, mengantuk.
  • Insomnia, gugup.
  • Sistem reproduksi dan gangguan payudara: Gangguan menstruasi, disfungsi ereksi, azoospermia, ginekomastia.

Kontraindikasi:

  • Hipersensitivitas atau alergi.
  • Penggunaan bersamaan dengan substrat CYP3A4 (Cisapride, dofetilide, dronedarone, quinidine, disopyramide, pimozide, sertindole, mizolastine, lurasidone, quetiapine, metadon, ranolazine, eplerenone, halofantrine, sirolimus, paritaprevir / ombitasvir, saquinavir / ritonavir).
  • Gangguan hati akut atau kronis.
  • Kehamilan (dengan sindrom Cushing) dan laktasi (oral).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Mycoral ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin."