Pengertian

Neo-k merupakan obat dalam bentuk injeksi yang mengandung Phytonadione sebagai zat aktifnya. Neo-k digunakan untuk mencegahan atau mengobati hemoragic (kerusakan atau pembengkakan dalam otak akibat pecahnya pembuluh darah di dalam atau di dekat otak) yang di alami oleh bayi baru lahir dan dapat membantu darah menebal dan menghentikan pendarahan normal.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hemostatis
  • Kandungan: Phytonadione 2 mg/mL
  • Bentuk: Ampul
  • Satuan Penjualan: Box
  • Kemasan: Ampul @ 1 mL
  • Farmasi: Combiphar PT

Kegunaan

Neo-k digunakan untuk mencegahan atau mengobati hemoragic (kerusakan atau pembengkakan dalam otak akibat pecahnya pembuluh darah di dalam atau di dekat otak) yang di alami oleh bayi baru lahir.

Dosis & Cara Penggunaan

Neo-k merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan neo-k juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa : 5-10 mg secara subkutan (disuntikkan dibawah kulit), Maksimal 40 mg per hari.
  • Anak dengan berat badan lebih dari 13 kg : 0.03 mg per kg secara injeksi intravena.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Neo-k seperti mudah berkeringat, pusing, menyebabkan hipotensi (tekanan darah lebih rendah dari batas normal), nyeri, bengkak, atau nyeri di tempat suntikan.

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Neo-k

Interaksi Obat

  • Antibiotik.
  • Antikoagulan.
  • Salisilat.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Neo-K ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.