Pengertian

Neo Kaominal merupakan obat yang mengandung Kaolin dan Pectin. Neo Kaominal merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan yang diarah hanya untuk menghilangkan gejala diare yang tidak spesifik. Pastikan asupan cairan ke dalam tubuh mencukupi selama penggunaan Neo Kaominal. Neo Kaominal tidak cocok untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Neo Kaominal termasuk golongan absorben untuk menyerap toksin baik yang berupa gas atau bahan beracun lainnya yang merangsang dari saluran usus, selanjutnya membentuk lapisan pelindung pada dinding usus. Pektin sebagai bahan yang berfungsi untuk menghilangkan hasil pertumbuhan bakteri yang bersifat racun.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Antidiare
  • Kandungan: Kaolin, Pectin
  • Bentuk: Suspensi
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan : Botol @ 60 mL
  • Farmasi: Molex Ayus Pharmaceutical

Kegunaan

Neo Kaominal merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan yang diarah hanya untuk menghilangkan gejala diare yang tidak spesifik.

Dosis dan Cara Penggunaan

  • Dewasa dan Anak diatas 12 tahun diminum 2 sendok takar per hari atau 6 sendok takar (30ml) per hari.
  • Anak usia 6-12 tahun diminum 1 sendok takar per hari atau 3 sendok takar (15ml) per hari. 

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Neo Kaominal seperti sulit buang air besar dan mual.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Neo Kaominal
  • Hindari penggunaan Neo Kaolana pada pasien yang memiliki indikasi penderita dengan hambatan pata usus atau usus tersumbat.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Neo Kaominal :
Dapat mengurangi penyerapan sejumlah obat (Tetrasiklin, lincomycin, digoxin, aspirin, kloroquin, hidroksi kloroquin, fenotiazin).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Neo Kaolana ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).