Pengertian

Neo Napacin adalah sediaan obat yang mengandung Theophylline dan Ephedrin HCl. Neo Napacin digunakan untuk meringankan sesak nafas. Neo Napacin mempunyai efek antara lain merangsang susunan saraf pusat dan melemaskan otot polos, terutama pada bronkus. Neo Napacin tidak cocok digunakan oleh penderita hipertensi, penyakit jantung, dan kencing manis.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
  • Kelas Terapi: Antiasma dan Obat Penyakit Paru Obstruktif Kronik.
  • Kandungan: Theophylline 30 mg, Ephedrin HCl 12.5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @4 Tablet.
  • Farmasi: Konimex PT

Kegunaan

Neo Napacin digunakan untuk meringankan sesak nafas.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Neo Napacin untuk dewasa diminum 3 x sehari 1 tablet. Untuk anak- anak 1/2 tablet atau menurut petunjuk Dokter. Neo Napacin dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Neo Napacin antara lain, sakit kepala, pusing, mual, muntah, diare, jantung berdebar dan sulit tidur.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Neo Napacin pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipertiroidisme.
  • Penyakit Hipertensi.
  • Glaukoma sudut tertutup.
  • Pembesaran prostat.
  • Penggunaan MAOI secara bersamaan.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Neo Napacin:

  • Efek efedrin berkurang oleh guanethidine, methyldopa, reserpin.
  • Efek pressor ditingkatkan oleh MAOI.
  • Xanthine dapat meningkatkan stimulasi SSP yang disebabkan oleh simpatomimetik dan ekskresi litium dan fenitoin.
  • Xanthine dan β-blocker mungkin saling antagonis.

Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Neo Napacin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.