Pengertian

Neynna merupakan kontrasepsi oral yang di produksi oleh Triyasa Nagamas Farma. Obat ini mengandung Cyproterone acetate, ethinyl estradiol yang di indikasikan untuk mencegah kehamilan. Kombinasi obat ini dapat menghambat ovulasi (sel telur yang siap di buahi), dan mengentalkan lendir serviks untuk membentuk penghalang sperma, sehingga menghambat pembuahan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Estrogen, Progesteron dan Obat Sintetis Terkait / Kontrasepsi Oral
  • Kandungan: Cyproterone acetate 2 mg dan Ethinyl estradiol 0.035 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 21 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Triyasa Nagamas Farma

Kegunaan

Neynna di gunakan sebagai kontrsepsi oral (mencegah kehamilan), dan mencegah hiperandrogen (jerawat dan kulit berminyak).

Dosis & Cara Penggunaan

Neynna merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan neynna juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Terapi pengobatan pertama: 1 tablet / hari selama 21 hari dimulai pada hari pertama menstruasi.
  • Terapi berikutnya: 1 tablet 1 x sehari di minum pada waktu yang sama selama 21 hari setelah 7 hari tidak meminum obat.

Efek Samping

  1. Memburuknya migrain tanpa gejala neurologis fokal; risiko atau memburuknya disfungsi ginjal, ikterus, batu empedu, kehilangan penglihatan, anemia sel sabit, akut atau kronis gangguan fungsi hati.
  2. Jarang, trombosis pada pembuluh darah lain (misalnya: Vena dan arteri ginjal, hati, otak atau retina), tumor hati jinak, perubahan suasana hati, nyeri perut, mual, muntah, diare, penurunan libido, peningkatan berat badan, nyeri payudara, nyeri tekan, gatal.
  3. Berpotensi Fatal: Jarang, peningkatan risiko tromboemboli vena dan arteri, tumor hati ganas yang mengarah ke perdarahan intraabdomen.


Kontraindikasi:

  1. Tidak boleh diberikan pada pasien yang menderita atau memiliki riwayat kecelakaan serebrovaskular, kanker payudara, trombotik vena atau arteri atau kejadian tromboemboli termasuk faktor risiko.
  2. Diabetes melitus dengan gejala vaskular, hipertensi berat dan dislipoproteinemia, perdarahan vagina yang tidak didiagnosis, riwayat migren dengan gejala neurologis fokal.
  3. Gangguan hati (misalnya: Tumor hati, sirosis berat, hepatitis virus), tidak boleh di berikan pada wanita hamil dan menyusui. Tidak bolej di berikan bersamaan dengan ombitasvir, paritaprevir, ritonavir, dasabuvir.


Interaksi Obat:

  1. Meningkatkan pajanan jika di berikan bersamaan dengan golongan obat penghambat enzim hati (misalnya: Ketoconazole, verapamil, clarithromycin).
  2. Menurunkan pajanan jika di berikan bersamaan dengan golongan obat penginduksi enzim hati (misalnya: Fenitoin, rifampisin, topiramat).
  3. Meningkatkan paparan siklosporin. Mengurangi paparan lamotrigin.
  4. Ethinylestradiol: Meningkatkan pajanan jika di berikan bersamaan dengan etoricoxib. Pajanan menurun jika di berikan bersamaan dengan antibakteri (misalnya: Penisilin, tetrasiklin).
  5. Berpotensi Fatal: Meningkatkan kadar ALT (> 5 kali dari batas atas normal) jika di berikan bersamaan dengan penggunaan ombitasvir, paritaprevir, ritonavir dan dasabuvir secara bersamaan dengan atau tanpa ribavirin.