Pengertian

Nizoral mengandung Ketoconazole termasuk golongan antijamur azole. Nizoral bekerja dengan menghentikan pertumbuhan jamur, dengan menghambat kerja enzim sitokrom pada membran sel jamur, sehingga mengganggu sintesa ergosterol (komponen penting dari membran sel jamur). Ketokonazole memiliki aktivitas anti jamur yang luas terhadap jamur jenis Tricophyton Sp, Epidermophyton floccosum, Pityrosporum Sp, dan Candida Sp.

Nizoral digunakan untuk membantu mengobati Infeksi jamur pada kulit, rambut, kuku tangan, Infeksi jamur pada saluran pencernaan, Infeksi jamur pada daerah vagina dan Pencegahan infeksi jamur pada pasien yang mengkonsumsi obat dengan risiko infeksi jamur.

Keterangan

  1. Nizoral Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antijamur
    • Kandungan: Ketoconazole 200 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 tablet
    • Farmasi: Taisho Pharmaceutical.
  2. Nizoral Krim
    • Golongan: Obat bebas terbatas
    • Kelas Terapi: Antijamur
    • Kandungan: Ketoconazole 20 mg/ 1 gram
    • Bentuk: Tube
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Box, Tube @ 5 gram ; Box, Tube @ 15 gram
    • Farmasi: Taisho Pharmaceutical.
  3. Nizoral SS Shampo
    • Golongan: Obat bebas terbatas
    • Kelas Terapi: Antijamur
    • Kandungan: Ketoconazole 1 %; Ketoconazole 2 %
    • Bentuk: Shampo
    • Satuan Penjualan: Botol Plastik
    • Kemasan: Box, Botol Plastik @ 80 mL
    • Farmasi: Taisho Pharmaceutical.

Kegunaan

Nizoral digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada kulit, rambut, kuku tangan, infeksi jamur pada saluran pencernaan, infeksi jamur pada daerah vagina dan pencegahan infeksi jamur pada pasien yang mengkonsumsi obat dengan risiko infeksi jamur.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Nizoral Tablet, Dewasa: diminum dengan dosis 200 mg per hari. Dosis ini bisa ditingkatkan oleh Dokter hingga 400 mg apabila dibutuhkan. Anak-anak: 3 mg/kg bb/hari dosis tunggal atau dalam dosis terbagi.
  • Nizoral Krim digunakan dengan cara dioleskan tipis-tipis pada daerah yang terkena infeksi jamur 1 kali sehari.
  • Nizoral Shampo digunakan untuk keramas, 1 kali sehari, selama maksimal 5 hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi saat menggunakan antijamur ini meliputi:
1. Mual.
2. Diare.
3. Sakit kepala.
4. Sakit perut.
5. Biduran.
6. Trombositopenia (jumlah trombosit yang berkurang dalam darah).
7. Demam.
8. Mengigil.
9. Ruam atau iritasi kulit.
10. Sensitif terhadap cahaya.
11. Sensasi terbakar atau perih pada kulit.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi seperti aritmia (detak jantung tidak teratur).

Interaksi Obat:

  • Muscarinic receptor antagonist (MRA), antasida dengan kandungan magnesium hidroksida, penghambat H2, proton-pump inhibitors (PPI) dan sukralfat; menurunkan daya serap tubuh terhadap ketoconazole.
  • Rifampicin, isoniazid, efavirenz, nevirapine, dan phenytoin; menurunkan kadar ketoconazole dalam darah.
  • Obat KB; keefektifannya dapat menurun akibat ketoconazole.
  • Digoxin, antikoagulan oral, sildenafil, dan tacrolimus; dampaknya meningkatkan kadar enzim untuk mempercepat pengeluaran obat dari dalam tubuh.
  • Midazolam dan triazolam; efek sedatif dan hipnotik dari obat-obatan ini dapat meningkat dengan penggunaan bersama ketokonazole.
  • Astemizole, cisapride, dofetilide, pimozide, quinidine dan terfenadine; kadar obat-obatan ini di dalam darah dapat meningkat akibat ketoconazole, juga berpotensi menyebabkan gangguan irama jantung.
  • Lovastatin dan simvastatin; peningkatan risiko gangguan pada otot.
  • Nisoldipine; kadar obat ini dapat meningkat secara signifikan di dalam darah akibat ketoconazole.
  • Eplerenone; peningkatan risiko hiperkalemia and hipotensi.
  • Ergotamine dan dihydroergotamine; peningkatan risiko penyempitan pembuluh darah yang dapat mengakibatkan kurangnya asupan darah ke otak.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Nizoral ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.