Pengertian

Novonorm merupakan obat yang mengandung Repaglinide yang diproduksi oleh Novo Nordisk Indonesia.

Novonorm digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2. Novonorm dapat digunakan sendiri atau bersamaan dengan obat lain untuk mengontrol gula darah tinggi dengan diet dan program latihan. Mengontrol gula darah tinggi membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan anggota tubuh, dan masalah fungsi organ seks. Kontrol diabetes dapat mengurangi resiko penyakit jantung atau stroke. Novonorm menstimulasi tubuh memproduksi insulin. Insulin adalah zat natural yang membuat tubuh menggunakan gula dengan maksimal dalam menu makanan.

Novonorm bekerja dengan menstimulasi pankreas untuk memproduksi insulin, hormon yang digunakan untuk mengurangi glukosa dalam darah. Hindari penggunaan alkohol akan mengurangi efektivitas dari Repaglinide.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiabetik.
  • Kandungan: Repaglinide 1 mg; Repaglinide 0.5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @15 Tablet.
  • Farmasi: Novo Nordisk Indonesia.

Kegunaan

Novonorm digunakan untuk pengobatan diabetes tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaan

Novonorm merupakan Obat yang termasuk ke dalam Golongan Obat Keras, sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Novonorm juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa, pada awal penggunaan yang biasa: 0,5 mg, diminum dalam waktu 30 menit sebelum makan. Dosis awal 1 atau 2 mg dapat digunakan pada pasien yang memiliki perawatan hipoglikemik sebelumnya. Maksimal dosis: 16 mg setiap hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Novonorm antara lain Hipoglikemia (rendahnya kadar gula dalm darah), mual, diare, sembelit, muntah, maag, nyeri sendi, peradangan pada dinding sinus, nyeri punggung, ruam.
Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan Novonorm dan konsultasikan ke Dokter.

Kontaindikasi:
Hindari penggunaan Novonorm pada pasien yang memiliki indikasi:
- Gangguan hati berat
- Diabetes tipe 1
- Hipersensitivitas
- Ibu menyusui

Interaksi obat:

  • Peningkatan metabolisme dengan induser CYP3A4 (Rifampisin, barbiturat, karbamazepin).
  • Efek yang ditingkatkan dengan AINS dan obat terikat protein lainnya (Salisilat, sulfonamid, fenilbutazon, antikoagulan oral dan hidantoin).
  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan ketokonazol, flukonazol, itrakonazol, dan eritromisin.

Ketegori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Novonorm ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.