Pengertian

Nuface merupakan salah satu nama dagang dari sediaan krim dengan kandungan zat aktif Tretinoin, obat ini diproduksi oleh Guardian Pharmatama. Nuface digunakan untuk mecegah jerawat, blackhead (komedo terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam), whitehead (komedo yang memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat), sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil). Jenis komedo ini disebabkan oleh sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit dan sel-sel kulit mati.

Keterangan

  • Golongan : Obat Bebas.
  • Kelas Terapi : Obat Jerawat.
  • Kandungan: Tretinoin 0.05%; Tretinoin 0.025%
  • Bentuk : Krim.
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan : Tube 10 Gram.
  • Farmasi : Guardian Pharmatama.

Kegunaan

Nuface digunakan untuk mecegah jerawat, blackhead (komedo terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam), whitehead (komedo yang memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat, sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil).

Dosis & Cara Penggunaan

Nuface merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Nuface juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan Nuface 0.05 Krim 10 Gram memerlukan bantuan dari tenaga medis.

Oleskan tipis-tipis 1 kali sehari atau oleskan pada waktu tidur pada bagian yang terkena.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Nuface kekeringan, pruritus (rasa gatal pada sebagaian atau seluruh tubuh), mengelupas, mengerasan kulit, rasa tidak nyaman, iritasi kulit, rasa menyengat atau terbakar, eritema (kemerahan pada kulit)

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Nuface pada pasien yang memiliki indikasi wanita hamil (trimester pertama) dan menyusui.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Nuface ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.