Pengertian

Nymiko Drop merupakan obat yang diproduksi oleh Sanbe Farma PT yang mengandung Nystatin.
Nystatin adalah obat anti-jamur yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh jamur. Obat ini berguna mengatasi infeksi yang terjadi pada kulit, tenggorokan, mulut, dan vagina. Salah satu jamur yang menyebabkan infeksi adalah jamur Candida. Jamur jenis ini adalah penyebab terjadinya kandidiasis mulut. Mulut menjadi sakit, berwarna kemerahan, dan terkadang muncul bintik putih.
Teruskan penggunaan obat ini hingga jumlah yang diresepkan habis, meskipun gejala hilang setelah beberapa hari. Menghentikan obat terlalu cepat dapat memungkinkan infeksi berlanjut.
Beri tahu Dokter apabila kondisi tidak menghilang setelah beberapa hari pengobatan atau kapanpun kondisi memburuk.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antijamur
  • Kandungan: Nystatin
  • Bentuk: Drop
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Dus, Botol @ 12 mL
  • Farmasi: Sanbe Farma PT

Kegunaan

Nymiko Drop merupakan obat yang mengandung Nystatin dan digunakan untuk infeksi jamur kandida pada mulut dan infeksi jamur kandida pada daerah sekitar vagina.

Dosis dan Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus Dengan Resep Dokter.

Aturan penggunaan Nymiko Drop pada umumnya sebagai berikut :

  • Candidiasis mulut
    Dewasa: 100.000 unit empat kali sehari.Anak-anak: 100.000 unit satu kali sehari.
  • Candidiasis usus
    Dewasa: 500.000-1.000.000 unit 3-4 kali sehari.Anak-anak: 100.000 unit 4 kali sehari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Nymiko Drop antara lain :

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Gangguan sistem pencernaan
  • Iritasi mulut

Kontraindikasi
Hindari pemberian pada pasien yang memiliki hipersensitif pada Nymiko.

Interaksi Obat
Hindari penggunaan nystatin dengan ragi tersebut untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Nymiko Drop ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.