Obapa

Obapa

Obat

Pengertian

Obapa adalah obat yang memiliki kandungan Paracetamol sebagai zat aktifnya. Obapa digunakan untuk menurunkan demam, meringankan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, sakit gigi. Obapa bekerja dengan cara menghambat zat (prostaglandin) di dalam tubuh yang dapat menyebabkan nyeri dan demam.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 250 mg/ 5 ml; Paracetamol 40 mg/ 0.8 mL
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Box, Botol @ 60 ml
  • Farmasi: Triyasa Nagamas Farma

Kegunaan

Obapa digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan hingga sedang.

Dosis & Cara Penggunaan

Obapa merupakan golongan obat bebas, sehingga untuk pembeliannya tidak memerlukan resep dokter.

  • Anak usia 6 bulan-1 tahun; 1.2 ml (dengan pipet), diminum 3 kali sehari.
  • Anak usia 2-5 tahun: 1/2 sendok takar (2.5 ml), diminum 3 kali sehari.
  • Anak usia 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml), diminum 3 kali sehari.
  • Dewasa: 2 sendok takar (10 ml), diminum 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25˚C.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Obapa, antara lain:

  • Trombositopenia (kadar trombosit kurang dari normal
  • Insomnia.
  • Dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan penurunan fungsi hati.
  • Sakit kepala.
  • Mual, muntah, sembelit.
  • Gatal

Kontraindikasi

  • Hindari penggunaan Obapa pada pasien yang memiliki indikasi hipersensitif terhadap Paracetamol.
  • Hindari penggunaan Obapa pada pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi hati.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Obapa:

  • Peningkatan konsentrasi serum jika diberikan bersamaan dengan probenesid.
  • Mengurangi penyerapan jika diberikan bersamaan dengan colestyramine.
  • Peningkatan penyerapan jika diberikan bersamaan dengan metoclopramide dan domperidone.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.
  • Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya jika diberikan bersamaan dengan penggunaan jangka panjang.
  • Konsentrasi serum menurun jika diberikan bersamaan dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (misalnya: Fenitoin, fenobarbital, karbamazepin, primidon).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Obapa ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala overdosis Paracetamol yang timbul adalah pucat, mual, muntah, anoreksia, sakit perut, asidosis metabolik, kelainan metabolisme glukosa. Setelah 12-48 jam konsumsi, dapat terjadi kerusakan hati, yang dapat menyebabkan ensefalopati, perdarahan, hipoglikemia, hipotensi, edema serebral, aritmia jantung, dan pankreatitis.
  • Jika terjadi overdosis berikan arang aktif dalam waktu 1 jam konsumsi (oleh tenaga medis). Tentukan konsentrasi plasma Paracetamol ≥4 jam setelah konsumsi. Pemberian N-asetilsistein seacra intravena dapat digunakan hingga 24 jam setelah konsumsi (paling efektif jika diberikan dalam 8 jam). Sebagai alternatif, metionin oral juga dapat digunakan jika muntah tidak menjadi masalah.
Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter