Pengertian

Ocuflam merupakan sediaan obat dalam bentuk tetes mata yang diproduksi oleh Sanbe Farma Indonesia. Ocuflam adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi peradangan atau luka pada bola mata. Ocuflam mengandung zat aktif Fluorometholone yang merupakan obat golongan kortikosteroid bekerja dengan cara mengurangi peradangan dan mengurangi rasa gatal dan kemerahan pada area mata.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid Mata
  • Kandungan: Fluorometholone 0.1 %
  • Bentuk: Tetes Mata
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Dus, Botol Plastik @ 5 mL
  • Farmasi: Sanbe Farma Indonesia.

Kegunaan

Ocuflam adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi peradangan atau luka pada bola mata.

Dosis & Cara Penggunaan

Ocuflam merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Aturan penggunaan:

Kondisi alergi dan peradangan mata:

  • Dewasa:
    • Teteskan 1-2 tetes ke dalam kantung konjungtiva 2-4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi setiap 4 jam dalam kasus yang parah selama 24-48 jam awal. Evaluasi kembali jika tidak ada tanda-tanda perbaikan setelah 48 jam perawatan.
  • Anak > 2 tahun:
    • Teteskan 1-2 tetes ke dalam kantung konjungtiva 2-4 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi setiap 4 jam dalam kasus yang parah selama 24-48 jam awal. Evaluasi kembali jika tidak ada tanda-tanda perbaikan setelah 48 jam perawatan.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Peningkatan tekanan bola mata dengan kemungkinan perkembangan kerusakan saraf mata (glaukoma).
  • Kerusakan saraf optik yang jarang.
  • Pembentukan katarak subkapsular posterior dan penyembuhan luka yang tertunda.
  • Herpes kornea.
  • Keratomycosis atau infeksi P. aeruginosa.
  • Pembakaran sementara dan menyengat.
  • Penipisan dan perforasi kornea.
  • Penglihatan kabur (penggunaan jangka panjang).

Kontraindikasi:

  • Tidak boleh digunakan pada pasien dengan riwayat alergi kortikosteroid.
  • Tidak boleh digunakan pada pasien dengan riwayat erosi atau luka pada kornea, kerato conjunctivitis virus; Tuberculosis TBC, penyakit mata jamur atau bernanah.
  • Keratitis herpes simpleks epitel akut, penyakit jamur okular, vaccinia, varisela dan penyakit virus paling kornea dan konjungtiva.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ocuflam ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.