Pengertian

Ometilson adalah obat yang memiliki methylprednisolone. Methylprednisolone merupakan obat yang digunakan untuk mengobati peradangan seperti menangani gatal-gatal, kemerahan, dan kekeringan pada kulit, pada beberapa individu dapat mengobati sariawan pada mulut. 

Keterangan

  • Golongan :Obat Keras
  • Kelas Terapi :Hormon Kortikosteroid
  • Kandungan : Methylprednisolone 8mg; Methylprednisolone 16 mg
  • Bentuk :Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi : Mutiara Mukti Farma

Kegunaan

Methylprednisolone merupakan yang di gunakan untuk mengobati peradangan (radang)

Dosis & Cara Penggunaan

Ometilson merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan ometilson juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Oral
Dewasa 4-48 mg per hari
Anak-anak 0.4-1.6 mg / kg berat badan per hari

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin terjadi, antara lain:
-Mual
-Muntah
-Anoreksia (penurunan berat badan secara ekstrim)
-Peningkatan selera makan
-Diare
-Konstipasi
-Pendarahan.
-Sakit kepala
-Vertigo
-Insomnia/sulit tidur
-Atropi kulit
-Peningkatan keringat.

Kontraindikasi
Tidak boleh digunakan pada pasien:
-Hipersensitivitas/alergi terhadap komponen produk.
-Infeksi jamur sistemik.
-Pasien yang sedang diimunisasi.
-Pemberian jangka panjang pada penderita ulkus duodenum dan peptikum, osteoporosis berat, penderita riwayat penyakit jiwa, herpes.

Interaksi Obat
-Kehilangan penekan adrenal yang diinduksi kortikosteroid dengan aminoglutethimide.
-Risiko kejang dengansiklosporin.
-Risiko hipokalaemia dengan agen penipisan K (misal. Amfoterisin B, diuretik).
-Penurunan pembersihan dengan antibiotik macrolide.
-Dapat menurunkan kadar isoniazid dalam serum.
-Peningkatan clearance dengan kolestyramine.
-Peningkatan risiko aritmia dengan digitalis glikosida.
-Penurunan metabolisme dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral.
-Peningkatan metabolisme dengan penginduksi CYP3A4 (misalnya Rifampisin, barbiturat).
-Peningkatan konsentrasi plasma dengan penghambat CYP3A4 (misalnya. Ketoconazole, erythromycin).
-Risiko efek GI dg aspirin atau NSAID lain.