Pengertian

Ostriol merupakan obat yang mengandung Calcitriol sebagai zat aktifnya. Ostriol digunakan untuk mencegah dan mengobati beberapa jenis masalah kalsium atau masalah paratiroid, mengobati osteoporosis (kerapuhan tulang) pada monopause (berhentinya siklus menstruasi) dan kekurangan vitamin D. Dosis pemakaian Ostriol harus sesuai petunjuk Dokter. Ostriol telah diteliti dan dinyatakan tidak aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Penggunaan Ostriol tidak menimbulkan efek samping bila digunakan sesuai dosis yang dianjurkan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Metabolisme tulang
  • Kandungan: Calcitriol 0.25 mcg
  • Bentuk: Kapsul Lunak
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan : Botol @ 30 Kapsul Lunak
  • Farmasi: Pratapa Nirmala PT

Kegunaan

Ostriol digunakan untuk mengobati osteoporosis (kerapuhan tulang) pada monopause (berhentinya siklus menstruasi) dan kekurangan vitamin D.

Dosis & Cara Penggunaan

Ostriol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Ostriol juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Osteoporosis untuk wanita menopause : di berikan 1 kapsul, di minum dua kali sehari
  • Kekurangan ion kalium dalam tubuh: Dosis awal : 1 kapsul per hari

Efek Samping

Kehilangan nafsu makan, sembelit, mulut kering, sakit mata atau kemerahan atau sensitivitas terhadap cahaya, sakit kepala, tidak teratur nya detak jantung, mual atau muntah atau diare, mengantuk, nyeri perut, rasa haus meningkat.

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Ostriol.

Interaksi Obat

  • Meningkatkan resiko hiperkalemia dengan obat thiazide.
  • Menurunkan absorbsi apabila digunakan bersamaan dengan asam sequestran (colestyramine, sevelamer)

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ostriol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.