Pengertian

Pamol merupakan salah satu nama dagang (nama paten) dari Paracetamol, obat ini digunakan untuk membantu mengobati nyeri dan sakit ringan hingga sedang. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk membantu menurunkan demam. Pamol atau Paracetamol bekerja dengan cara menghambat produksi zat tertentu dalam tubuh yang menjadi penyebab peradangan dan rasa sakit/nyeri yang disebut prostaglandin. Obat ini hanya membantu menurunkan demam dan menghilangkan nyeri/sakit dan tidak mengobati penyebab terjadinya sakit.

Keterangan

  1. Pamol Tablet:
    • Golongan: Obat Bebas.
    • Kelas Terapi: Analgesik dan Antipiretik.
    • Kandungan: Paracetamol
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @4 Tablet.
    • Farmasi: Interbat PT.
  2. Pamol Sirup:
    • Golongan: Obat Bebas.
    • Kelas Terapi: Analgesik dan Antipiretik.
    • Kandungan: Paracetamol.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 60 mL.
    • Farmasi: Interbat PT.

Kegunaan

Pamol digunakan untuk menghilangkan rasa sakit misalnya, sakit kepala, sakit gigi, setelah pencabutan gigi, nyeri otot. Selain itu, membantu menurunkan demam setelah imunisasi.

Dosis dan Cara Penggunaan

  1. Tablet :
    • Dewasa: 3-4 kali sehari 1-2 tablet. 
    • Anak 6-12 tahun : 3-4 kali sehari ½-1 tablet.
  2. Sirup :
    • Anak usia 6-12 tahun : 3 kali sehari 10-20 mL.
    • Anak usia 1-5 tahun : 3 kali sehari 5-10 mL. 
    • Anak Usia

Efek Samping

  • Mual, muntah, diare.
  • Diaphoresis atau produksi keringat berlebih, pucat dan sakit perut.
  • Gangguan hati (penggunaan jangka panjang dan dosis tinggi).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Pamol pada pasien yang memiliki indikasi disfungsi hati yang parah.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Pamol:
Alkohol, vasopresin, polisorbat, antihipertensi, propantheline, metoclopramide.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Pamol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.