Panadol

Panadol

Obat

Pengertian

Panadol adalah sediaan obat yang diproduksi oleh Sterling Products Indonesia. Panadol adalah obat yang mengandung Paracetamol yang digunakan untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot (mialgia), menurunkan demam. Paracetamol bekerja dengan mengurangi zat prostaglandin (zat yang menyebabkan peradangan), dengan berkurangnya prostaglandin, maka demam dan nyeri juga akan berkurang.

Keterangan

  1. Panadol Kaplet (Panadol Biru)
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 500 mg
    • Bentuk: Kaplet 
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kaplet
    • Farmasi: Sterling Products Indonesia/Glaxo Wellcome Indonesia.
  2. Panadol Extra (Panadol Merah)
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 500 mg, Caffeine 65 mg
    • Bentuk: Kaplet 
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kaplet
    • Farmasi: Sterling Products Indonesia/Glaxo Wellcome Indonesia.
  3. Panadol Anak Tablet Kunyah
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 120 mg
    • Bentuk: Tablet Kunyah
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet Kunyah
    • Farmasi: Sterling Products Indonesia/Glaxo Wellcome Indonesia.
  4. Panadol Anak Drops
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 100 mg/mL
    • Bentuk: Drops
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 15 mL
    • Farmasi: Sterling Products Indonesia/Glaxo Wellcome Indonesia.
  5. Panadol Anak Sirup
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 160 mg/5 mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 30 mL; Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Sterling Products Indonesia/Glaxo Wellcome Indonesia.
  6. Panadol Anak Sirup Forte
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 250 mg/5 mL
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Sterling Products Indonesia/Glaxo Wellcome Indonesia.

Kegunaan

Panadol adalah obat yang digunakan untuk meredakan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot (mialgia), menurunkan demam.

Dosis & Cara Penggunaan

Panadol merupakan obat bebas sehingga untuk pembeliannya tidak memerlukan resep Dokter. Aturan penggunaan Panadol adalah sebagai berikut:

  1. Panadol Biru
    • Dewasa dan anak ≥12 tahun: 1-2 kaplet, 3-4 kali sehari. Maksimal: 8 kaplet / hari.
    • Anak-anak 6-11 tahun: ½-1 kaplet, 3-4 kali sehari. Maksimal: 4 kaplet / hari.
  2. Panadol Extra (Merah)
    • Dewasa dan anak ≥12 tahun: 1 kaplet, 3-4 kali sehari. Maksimal: 8 kaplet / hari.
  3. Panadol Anak Tablet Kunyah
    • Anak usia 2-5 tahun: 1-2 tablet kunyah, 3-4 kali sehari.
    • Anak usia 6-12 tahun: 2-4 tablet kunyah, 3-4 kali sehari.
    • Tablet dapat dikunyah langsung, dihancurkan, atau dicampurkan dengan air/jus buah.
  4. Panadol Anak Drops
    • Anak usia 7-12 tahun: 2,4 ml, diminum 3-4 kali sehari
    • Anak usia 4-6 tahun: 1,2 ml, diminum 3-4 kali sehari
    • Anak usia 1-3 tahun: 0,6-1,2 ml, diminum 3-4 kali sehari
    • Anak usia < 1 tahun: 0,6 ml, diminum 3-4 kali sehari.
  5. Panadol Anak Sirup
    • Dewasa: 15-30 ml, diminum 3-4 kali sehari
    • Anak usia 7-12 tahun: 10 ml, 3-4 kali sehari
    • Anak usia 4-6 tahun: 5 ml, 3-4 kali sehari
    • Anak usia 1-3 tahun: 2.5-5 ml, 3-4 kali sehari
    • Anak usia 6-12 bulan: 2.5 ml, 3-4 kali sehari.
  6. Panadol Anak Sirup Forte
    • Anak usia 6-12 tahun: 3-4 kali sehari, 1 sendok takar (5 mL).
    • Diatas 12 tahun: 3-4 kali sehari, 2 sendok takar (10 mL).

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Kerusakan hati dengan jangka panjang, dosis besar.
  • Reaksi hipersensitif (alergi) misalnya, kemerahan, gatal dan mengelupas kulit , pembengkakan pada bibir, lidah, tenggorokan dan wajah; sariawan, memar, berdarah.

Kontraindikasi

  • Pasien dengan gangguan fungsi hati.
  • Pasien dengan penyakit ginjal dan Infeksi parah.
  • Dapat meningkatkan risiko disfungsi hati pada pasien yang mengonsumsi alkohol dan asidosis metabolik. Tanda-tanda asidosis metabolik: kesulitan bernapas, mual, muntah, kehilangan nafsu makan.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat lain yang mengandung parasetamol.

Interaksi Obat

  • Mengurangi penyerapan dengan colestyramine. Konsentrasi serum menurun dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (misal Fenitoin, fenobarbital, karbamazepin, primidon).
  • Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya dengan penggunaan jangka panjang.
  • Peningkatan penyerapan dengan metoclopramide dan domperidone.
  • Peningkatan konsentrasi serum dengan probenesid.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.

Kategori Kehamilan
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Panadol kedalam Kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) namun tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Penggunaan Paracetamol yang melebihi dosis akan menyebabkan gejala pucat, mual, muntah, anoreksia, sakit perut, asidosis metabolik, kelainan metabolisme glukosa. Setelah 12-48 jam konsumsi, dapat terjadi kerusakan hati, yang dapat menyebabkan ensefalopati, perdarahan, hipoglikemia, hipotensi, edema serebral, aritmia jantung, dan pankreatitis.
  • Jika terjadi overdosis berikan arang aktif dalam waktu 1 jam konsumsi (oleh tenaga medis). Tentukan konsentrasi plasma Paracetamol ≥4 jam setelah konsumsi. Pemberian N-asetilsistein seacra intravena dapat digunakan hingga 24 jam setelah konsumsi (paling efektif jika diberikan dalam 8 jam). Sebagai alternatif, metionin oral juga dapat digunakan jika muntah tidak menjadi masalah.
Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter