Obat Paracetamol - Dosis, Pemakaian, Efek Samping - Klikdokter.com
searchtext customer service
Paracetamol

Paracetamol

Obat

Penjelasan Singkat

Mungkin Anda sudah familiar dengan Paracetamol, obat penurun demam. Berikut penjelasan lengkap Paracetamol yang mungkin belum diketahui.

Golongan

Obat bebas (tablet, kaplet, sirup, drops), obat keras (infus)

Kategori

Analgetik dan antipiretik

Digunakan oleh

Anak dan dewasa

Bentuk obat

Tablet, kaplet, sirup, drops, infus

Paracetamol untuk ibu hamil dan menyusui

Paracetamol tablet, kaplet, sirup, dan drops masuk ke dalam kategori B

Penelitian pada hewan tidak menunjukkan bahaya pada janin. Namun, penelitian terhadap wanita hamil masih belum memadai.

 

Paracetamol infus masuk ke dalam kategori C: 

Penelitian pada hewan menunjukkan bahaya pada janin. Sementara, belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

 

Peringatan Menyusui:

Paracetamol dapat masuk ke dalam ASI, meski relatif aman digunakan oleh ibu menyusui.

Merek Dagang

Tablet dan Kaplet:

Emkamol, Pyrexin, Procet, Erlamol, Trifamol, Ekacetol, Trimol, Itramol, Metamol, Sanmol, Sumagesic, Pamol

Sirup:

Sanmol, Pamol, Afitamol, Trifamol, Turpas, Tempra, Erphamol

Drops: 

Sanmol, Pamol, Moretic, Tempra, Itamol, Nipe Fever, Apetic, Hufagesic

Infus: 

Pehamol, Paradol, Farmadol, Sanmol, Eterfix, Fioramol

Pengertian

Demam merupakan salah satu gejala yang muncul ketika ada infeksi di dalam tubuh. Respons ini muncul ketika tubuh bereaksi dalam melawan kuman. Seseorang dikatakan demam ketika suhu tubuh mencapai lebih dari 38 derajat Celcius. Untuk membantu meredakan demam, Anda dapat mengonsumsi Paracetamol. 

Paracetamol adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Obat ini juga berfungsi sebagai penurun demam. Perlu diketahui, paracetamol hanya membantu menurunkan gejala demam dan mengurangi rasa nyeri, bukan untuk mengatasi pemicu utama dari sakit tersebut.

Keterangan

1. Paracetamol Tablet

  • Golongan: obat bebas
  • Kelas terapi: analgetik dan antipiretik
  • Kandungan: paracetamol 500 mg
  • Satuan penjualan: strip; botol
  • Kemasan: strip @10 tablet, botol plastik @100 tablet
  • Farmasi: Novapharin, Bernofarm, Sanbe Farma, Indofarma, Kimia Farma, Tropica Mas, Pyridam Farma, Rama Emerald
  • Harga Paracetamol tablet: Rp1.500 - 15.000/strip

Artikel Lainnya: Ini Penyebab Lidah Terasa Pahit Saat Demam

2. Paracetamol Kaplet

  • Golongan: obat bebas
  • Kelas terapi: analgetik dan antipiretik
  • Kandungan: paracetamol 500 mg
  • Satuan penjualan: strip; botol
  • Kemasan: strip @10 kaplet, botol plastik @100 tablet
  • Farmasi: PIM Pharmaceuticals, Pari Anom, Candra Nusantara Jaya, Errita Pharma, Phyto Kemo Agung, Balatif, Mega Esa Farma, Solas Langgeng, Pyridam Farma, Bernofarm
  • Harga Paracetamol kaplet: Rp1.500 - 15.000/strip

3. Paracetamol Sirup

  • Golongan: obat bebas
  • Kelas terapi: analgetik dan antipiretik
  • Kandungan: paracetamol 120 mg/5 ml
  • Satuan penjualan: botol
  • Kemasan: botol @60 ml
  • Farmasi: Pyridam Farma, Novapharin, First Medifarma, Bernofarm, Yekatria Farma, Meprofarm, Errita Pharma
  • Harga Paracetamol sirup: Rp3.500 – 26.000/botol

4. Paracetamol Drops

  • Golongan: obat bebas
  • Kelas terapi: analgetik dan antipiretik
  • Kandungan: paracetamol 60 mg/0.6 ml
  • Satuan penjualan: botol tetes
  • Kemasan: botol tetes @15 ml
  • Farmasi: Afi Farma, Indofarma, Ifars, Tempo Scan
  • Harga Paracetamol drops: Rp8.000 – 29.000/botol

5. Paracetamol Infus

  • Golongan: obat bebas
  • Kelas terapi: analgetik dan antipiretik
  • Kandungan: paracetamol 1 g/100 ml
  • Satuan penjualan: vial; flexy bag
  • Kemasan: vial @100 ml; flexy bag @100 ml
  • Farmasi: Hexpharm, Mahakam Beta Farma, Natura Laboratoria, Mersifarma Tirmaku Mercusana
  • Harga Paracetamol infus: Rp15.000 – 25.000/botol

Artikel lainnya: Demam Tak Kunjung Turun, Perlukah Periksa Darah? 

Kegunaan

Manfaat Paracetamol adalah untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Selain itu, fungsi Paracetamol adalah sebagai penurun demam.

Dosis dan Aturan Pakai

Tujuan: menurunkan demam dan meredakan nyeri

Bentuk: kaplet, tablet

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1-2 tablet/kaplet, 3-4 kali per hari
  • Anak 6-12 tahun: ½-1 tablet/kaplet, 3-4 kali per hari

Tujuan: menurunkan demam dan meredakan nyeri

Bentuk: sirup

  • Anak 9-12 tahun: 3-4 sendok takar (15-20 ml), 3-4 kali per hari
  • Anak 6-9 tahun: 2-3 sendok takar (10-15 ml), 3-4 kali per hari
  • Anak 2-6 tahun: 1-2 sendok takar (5-10 ml), 3-4 kali per hari
  • Anak 1-2 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3-4 kali per hari
  • Anak di bawah 1 tahun: ½ sendok takar (2.5 ml), 3-4 kali per hari

Tujuan: menurunkan demam dan meredakan nyeri

Bentuk: drops

  • Anak 3-6 tahun: 1.2 ml drops, 3-4 kali per hari
  • Anak 1-2 tahun: 0.6-1.2 ml drops, 3-4 kali per hari
  • Anak di bawah 1 tahun: 0.6 ml drops, 3-4 kali per hari

Sementara itu, Paracetamol infus termasuk ke dalam golongan obat keras. Penggunaan obat jenis ini harus berdasarkan resep dokter.

Secara umum aturan penggunaannya adalah sebagai berikut.

Tujuan: menurunkan demam dan meredakan nyeri

Bentuk: infus

  • Dewasa dengan berat badan 33-50 kg: 15 mg/kg BB, diberikan tiap 4-6 jam jika perlu. Maksimal 3 g per hari
  • Dewasa dengan berat badan lebih dari 50 kg: 1 g, diberikan tiap 4-6 jam jika perlu. Maksimal 4 g per hari
  • Neonatus cukup bulan serta anak dengan berat badan kurang dari 10 kg: dosis tunggal 7,5 mg/kg BB, diberikan tiap 4 jam. Maksimal 30 mg/kg BB per hari
  • Anak dengan berat badan 10-33 kg: dosis tunggal 15 mg/kg BB, diberikan tiap 4 jam. Maksimal 2 g per hari
  • Anak dengan berat badan 33-50 kg: dosis tunggal 15 mg/kg BB, diberikan tiap 4 jam. Maksimal 3 g per hari

Artikel lainnya: Cara Membedakan Demam karena Sakit Tipes dan DBD 

Cara Menggunakan

  • Gunakan obat Parasetamol sesuai petunjuk pada kemasan atau sesuai dengan resep dari dokter. Jangan melebihi dosis yang sudah direkomendasikan
  • Paracetamol dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Kocok kemasan Paracetamol sirup sebelum mengonsumsinya
  • Jika nyeri dan demam tidak mereda dalam 3 hari, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter

Cara Penyimpanan

Simpan obat penurun demam ini pada suhu antara 20-25 derajat Celsius.

Efek Samping

Efek samping dari penggunaan obat Paracetamol meliputi:

  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
  • Leukopenia (jumlah leukosit kurang dari normal)
  • Nyeri dan sensasi terbakar di area suntikan
  • Gangguan saluran cerna: mual, muntah, sembelit
  • Gangguan sistem saraf: sakit kepala
  • Gangguan kejiwaan: insomnia
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan: gatal dan kemerahan pada kulit
  • Jarang terjadi: hipotensi (tekanan darah rendah) dan takikardia (denyut jantung di atas normal)

Overdosis

Penggunaan Parasetamol yang melebihi dosis rekomendasi dapat menimbulkan beberapa gejala berikut:

  • Pucat
  • Mual
  • Muntah
  • Gangguan makan
  • Nyeri perut
  • Asidosis metabolik
  • Kelainan metabolisme glukosa
  • Setelah 12-48 jam menelan bisa terjadi perdarahan, hipoglikemia, hipotensi, gangguan pada hati, edema serebral, gangguan irama jantung, serta pankreatitis

Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh dokter.

Kontraindikasi

Hindari konsumsi Paracetamol pada orang yang memiliki hipersensitivitas atau alergi terhadap Paracetamol

Obat ini juga tidak boleh digunakan secara intravena pada pasien gangguan hati berat atau penyakit hati aktif

Interaksi Obat

Paracetamol sebaiknya tidak digunakan bersama obat-obatan di bawah ini:

  • Warfarin
  • Carbamazepine, dapat menurunkan efektivitas Paracetamol
  • Primidone, phenytoin, atau phenobarbital, dapat menurunkan konsentrasi serum
  • Metoclopramide, dapat menaikkan absorbsi Paracetamol
  • Cholestyramine, dapat menurunkan absorbsi obat

Artikel lainnya: Ini Beberapa Jenis Vitamin yang Bisa Meredakan Nyeri Sendi 

Peringatan dan Perhatian

  • Mengonsumsi Paracetamol yang melebihi dosis dapat menyebabkan kerusakan hati, kadang-kadang cukup serius untuk memerlukan transplantasi hati atau menyebabkan kematian
  • Beritahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit hati dan gangguan ginjal
  • Konsumsi alkohol bersama Paracetamol dapat meningkatkan risiko kerusakan hati

Kategori Kehamilan

Paracetamol tablet, kaplet, sirup, dan drops masuk ke dalam kategori B. Artinya, penelitian pada hewan tidak menunjukkan bahaya pada janin. Namun, penelitian terhadap ibu hamil masih belum memadai

Sementara itu, Paracetamol infus masuk ke dalam kategori C. Penelitian pada hewan menunjukkan bahaya pada janin. Namun, belum ada studi terkontrol pada ibu hamil

Peringatan Kehamilan

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum bumil mengonsumsi Paracetamol. Konsultasi dengan dokter bisa Anda lakukan di sini.

Peringatan Menyusui

Paracetamol dapat masuk ke dalam ASI. Namun, Paracetamol masih aman untuk dikonsumsi ibu menyusui.

Penyakit Terkait

  • Nyeri
  • Demam 

Rekomendasi Obat Sejenis

[HNS/NM]

Terakhir diperbaharui: 4 April 2022

Diperbaharui: Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm

Ditinjau: Apt. Evita Fitriani., Saya. Farm

Reference:

  • MIMS Indonesia (2022). Paracetamol. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol 
  • MedlinePlus (2022). Acetaminophen. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a681004.html 
  • Medscape (2022). Acetaminophen. https://reference.medscape.com/drug/tylenol-acetaminophen-343346  
  • Pusat Informasi Obat Nasional (2022). Parasetamol. https://pionas.pom.go.id/monografi/parasetamol-asetaminofen 
Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter

ARTIKEL TERKAIT

Parasetamol atau Ibuprofen, Mana yang Terbaik Atasi Demam Anak?

Info Sehat
16 Jul

Gusi Bengkak Terasa Sakit? Redakan dengan Paracetamol

Info Sehat
07 Jul

Paracetamol Bisa Atasi Nyeri Ulu Hati? Ini Kata Dokter!

Info Sehat
27 Apr

Bahaya Konsumsi Kopi Campur Paracetamol

Info Sehat
08 Mar

Penggunaan Paracetamol Jangka Panjang Tingkatkan Risiko Asma

Info Sehat
13 Des
livechat