Pengertian

Paxus adalah sediaan obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker. Obat ini adalah obat kemoterapi kanker yang bekerja dengan memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. Paxus digunakan untuk pengobatan kanker payudara (lini kedua), ovarium (lini pertama dan kedua), kanker kepala dan leher, kanker nasofaring. Paxus tersedia beberapa kekuatan dosis yang berbeda, yaitu Paxus 30 mg dan 100 mg. Perbedaan kekuatan dosis digunakan untuk membedakan tingkat tujuan terapi atau rasa sakit yang diderita oleh pasien.

Keterangan

  1. Paxus 100 mg/16.7 mL:
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Kemoterapi Sitotoksik.
    • Kandungan: Paclitaxel 100mg/16,7mL.
    • Bentuk: Cairan Injeksi.
    • Satuan Penjualan: Vial.
    • Kemasan: Bial 16.7 mL.
    • Farmasi: Kalbe Farma.
  2. Paxus 30 mg/5 mL
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Kemoterapi Sitotoksik.
    • Kandungan: Paclitaxel 30 mg/5mL.
    • Bentuk: Cairan Injeksi.
    • Satuan Penjualan: Vial.
    • Kemasan: Vial 5 mL.
    • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Paxus Injeksi digunakan untuk pengobatan kemoterapi.

Dosis dan Cara Penggunaan

Obat ini harus dilakukan dengan Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter:

  1. Dosis Normal untuk Orang Dewasa Penderita Kanker Ovarium:
    • Untuk pasien kanker ovarium yang tidak pernah diobati sebelumnya: 175 mg/m2 diinfuskan lebih dari 3 jam setiap 3 minggu diikuti oleh cisplatin atau 135 mg/m2 diinfuskan selama 24 jam setiap 3 minggu diikuti dengan cisplatin.
    • Untuk pasien yang sebelumnya dirawat karena kanker ovarium: 175 mg/m2 diinfuskan lebih dari 3 jam setiap 3 minggu atau 135 mg/m2 diinfuskan lebih dari 3 jam setiap 3 minggu.
  2. Dosis Normal untuk Orang Dewasa Penderita Sarkoma Kaposi:
    • Untuk pasien dengan penyakit yang berhubungan dengan Sarkoma AIDS Kaposi: 135 mg/m2 diinfuskan lebih dari 3 jam setiap 3 minggu atau 100 mg/m2 diinfuskan lebih dari 3 jam setiap 2 minggu.

Dosis penggunaan Paxus juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Efek Samping

  • Mual, muntah, diare.
  • Sariawan.
  • Otot/nyeri sendi.
  • Mati rasa/kesemutan/sensai tangan/kaki terbakar.
  • Pusing, atau mengantuk mungkin terjadi.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Paxus pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Tumor padat pada pasien dengan jumlah neutrofil pada awal <1500 sel / mm3.
2. Sarkoma Kaposi pada pasien dengan neutrofil awal <1000 sel / mm3 dan infeksi serius yang tidak terkontrol.
3. Gangguan hati.
4. Laktasi.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Paxus:
1. Peningkatan konsentrasi dan toksisitas plasma dengan penghambat CYP2C8 dan CYP3A4 (ketoconazole, erythromycin, fluoxetine, clopidogrel, cimetidine, ritonavir).
2. Penurunan konsentrasi dan kemanjuran plasma dengan CYP2C8 dan CYP3A4 inducers (rifampisin, carbamazepine, fenitoin, efavirenz).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Paxus ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).