Pengertian

Peg Intron merupakan salah satu Sediaan Injeksi yang mengandung Peg-Interferon Alfa 2B, obat ini diproduksi oleh Merck Sharp dan Dohme Farma. Interferon Alfa 2B bekerja sebagai antitumor pada beberapa limfoma dan tumor padat. Interferon Alfa 2B juga digunakan dalam terapi hepatitis B kronis dan hepatitis C kronis, yang sebaiknya dikombinasikan dengan ribavirin.

Interferon alfa mempunyai peran dalam menginduksi regresi awal dari hemangioma (suatu tumor jaringan lunak yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan pada anak berusia kurang dari 1 satu tahun) pada bayi yang resisten terhadap kortikosteroid yang membahayakan jiwa. Peg Intron termasuk dalam golongan Obat Keras, penggunaan Peg Intron Injeksi disuntikan melalui Intravena atau Intramuskular, maka dari itu penggunaan obat ini harus dilakukan oleh Tenaga Medis Profesional.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antivirus
  • Kandungan: Peg-Interferon Alfa 2B 50 mcg; Peg-Interferon Alfa 2B 80 mcg; Peg-Interferon Alfa 2B 100 mcg
  • Bentuk: Cairan
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial 50 mcg; Vial 80 mcg; Vial 100 mcg
  • Farmasi: Merck Sharp dan Dohme Farma.

Kegunaan

Peg Intron digunakan untuk hepatitis B dan C kronis pada pasien ≥18 tahun, gangguan hati.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Peg Intron, harus dilakukan dengan tenaga medis profesional dan resep Dokter. Aturan pengunaan:

  • Hepatitis B kronis 1-1.5 mcg / kg , Subkutan sekali seminggu selama sedikitnya 24-52 minggu.
  • Monoterapi hepatitis C kronis: 0. 5-1 mcg / kg, Subkutan sekali seminggu selama minimal 6 bulan.
  • Terapi kombinasi: 1.5 mcg / kg, Subkutan sekali seminggu dalam kombinasi dengan ribavirin.
  • Pasien dengan disfungsi ginjal sedang (CrCl 30-50 mL / mnt) Dosis awal: Dikurangi 25%.
  • Pasien dengan disfungsi ginjal berat (CrCl 10-29 mL / mnt) Dosis awal: Dikurangi 50%.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Peg Intron, yaitu sakit kepala, mialgia, kelelahan, kekakuan, demam, depresi, mual, alopecia, nyeri muskuloskeletal, gejala mirip flu, insomnia, kehilangan berat, anoreksia, kecemasan, pusing, reaksi hipersensitif akut di tempat injeksi atau iritasi lokal.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Peg Intron pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Kondisi kejiwaan yang parah, terutama depresi berat
  • Riwayat penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya
  • Gagal ginjal kronis atau CrCl 4. Hepatitis autoimun atau riwayat penyakit autoimun
  • Disfungsi hati parah atau sirosis hati dekompensasi
  • Penyakit tiroid yang sudah ada.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien dibawah 18 tahun.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Peg Intron:
Obat yang dimetabolisme oleh sistem enzim CYP1A2, CYP2C8 / 9 dan CYP2D6, metadon dosis tinggi.

Kategori Kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Peg Intron kedalam Kategori X :

Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.