Pengertian

Piracetam merupakan kelompok obat yang dikenal sebagai analog GABA. Obat ini bekerja pada otak dan sistem saraf dan diduga dapat melindungi otak terhadap kekurangan oksigen (iskemia). Piracetam umumnya digunakan dalam kombinasi dengan obat lain untuk mengobati myoclonus. Myoclonus adalah suatu kondisi di mana sistem saraf menyebabkan otot-otot, terutama di lengan dan kaki, mengalami kedutan tak terkendali. Piracetam digunakan untuk meningkatkan fungsi kognitif, mioklonus serta dapat mengatasi kedutan pada otot, disleksia, vertigo dan cedera pada kepala. Piracetam dapat mempengaruhi otak dan sistem saraf dengan melindungi korteks serebri agar tidak kekurangan oksigen.

Keterangan

  1. Piracetam Tablet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Nootropik dan Neurotonik.
    • Kandungan: Piracetam
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 tablet.
    • Farmasi: Hexpharm Jaya Laboratories; Dexa medica; Novell Pharmaceutical; Guardian Pharmatama; Promedrahardjo Farmasi Industri; Indofarma; First Medifarma; Natura Laboratoria Farma; Erela; Bernofarm.
  2. Piracetam Ampul
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Nootropik dan Neurotonik.
    • Kandungan: Piracetam
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan: Vial @ 5 mL, 15 mL
    • Farmasi: Hexpharm; Bernofarm; Natura Laboratoria Prima; Mahakam Beta; Dexa Medica; Mersidarma Trimaku Mercusana; Novell Pharmaceutical; atura Laboratoria Prima.
  3. Piracetam Sirup
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Nootropik dan Neurotonik.
    • Kandungan: Piracetam
    • Bentuk: Sirup
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Novell Pharmaceutical; Bernofarm; Dexa Medica.

Kegunaan

Piracetam digunakan untuk meningkatkan fungsi kognitif, mioklonus serta dapat mengatasi kedutan pada otot, disleksia, vertigo dan cedera pada kepala.

Dosis & Cara Penggunaan

Piracetam merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan piracetam juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan penggunaan Piracetam Tablet dan Sirup:

  • Tambahan dalam gangguan pada sisten saraf pusat (mioklonus kortikal)
    Dewasa:
    Awalnya, 7.2 gram setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi; dapat meningkat 4.8 gram setiap 3-4 hari.
    Maksimal : 24 gram setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi.
  • Penambah kognitif pada penurunan kognisi otak karena gangguan otak (insufisiensi serebrokortikal)
    Dewasa:
    2.4 gram setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi. Untuk kasus yang parah: Hingga 4.8 gram setiap hari atau lebih tinggi.

Aturan penggunaan Piracetam Injeksi:
Anak 30-50 mg / kg / hari, 3 kali sehari
Intramuskular/Intravena 3 g / 5 mL:
Ampul Infark serebral 12 gram oleh Intravena bolus selama 20 menit.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Piracetam, yaitu:
1. Nyeri perut, diare, mual, muntah.
2. Gugup
3. Epilepsi yang memburuk
4. Halusinasi
5. Depresi
6. Mengantuk
7. Vertigo, sakit kepala
8. Insomnia
9. Kebingungan
10. Gangguan keseimbangan
11. Lemas
12. Gangguan pendarahan, ruam, dan gatal.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Piracetam pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Alergi terhadap kandungan obat Pirabrain
2. Wanita hamil dan menyusui.
3. Riwayat pendarahan otak

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Piracetam:

  • Dapat menyebabkan kebingungan, iritabilitas, dan gangguan tidur dengan ekstrak tiroid (T3 dan T4).
  • Peningkatan efek farmakologis dari antikoagulan, antiplatelet (misal. Asam asetilsalisilat).