Pengertian

Pletaal merupakan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit pembuluh darah perifer atau penyempitan arteri (pembuluh nadi) sehingga mengurangi aliran darah ke kaki. Pletaal mengandung Cilostazol sebagai zat aktifnya. Gejala yang mungkin terjadi pada penyakit pembuluh darah perifer yaitu nyeri kram pada otot pinggul, paha dan betis setelah melakukan aktivitas. Pletaal bekerja dengan cara menghentikan trombosit yang saling menempel dan mencegah penumpukan gumpalan darah yang berbahaya dan memperlebar pembuluh darah kaki sehingga membantu darah mengalir lebih lancar di tubuh.

Keterangan

  1. Pletaal Tablet
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Anti platelet, antikoagulan
    • Kandungan: Cilostazol 50 mg; Cilostazol 100 mg
    • Bentuk: Tablet salut selaput
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 tablet
    • Farmasi: Otsuka Indonesia
  2. Pletaal Serbuk
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Anti platelet, antikoagulan
    • Kandungan: Cilostazol 20 %
    • Bentuk: Serbuk
    • Satuan Penjualan: Sachet
    • Kemasan: 30 Sachet @ 0, 5 gram
    • Farmasi: Otsuka Indonesia.

Kegunaan

Pletaal mengandung Cilostazol digunakan untuk membantu mengobati Penyakit Pembuluh Darah Perifer (aliran darah tersumbat akibat penyempitan pembuluh darah).

Dosis & Cara Penggunaan

Pletaal merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian dan penggunaannya harus menggunakan resep Dokter.

Aturan penggunaan Pletaal tablet dan serbuk:
Pada orang dewasa diminum 2 kali sehari 100 mg. Atau sesuai anjuran Dokter.

Pletaal diminum dalam keadaan perut kosong, ½ jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Pletaal antara lain:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Diare
  • Jantung berdebar
  • Mual dan muntah
  • Nyeri dada
  • Edema (pembengkakkan karena penumpukan cairan tubuh pada bagian tertentu)
  • Rinitis (radang selaput hidung)
  • Aritmia (gangguan detak jantung)
  • Ruam kulit.
  • Ecchymosis (luka dibawah kulit seperti memar atau lebam)
  • Faringitis (peradangan pada bagian belakang tenggorokan).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Pletaal pada pasien:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Cilostazol
  • Wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat:
Eritromisin,diltiazem, omeprazole dapat mempengaruhi farmakokinetik termasuk absorbsi, distribusi, metabolisme, ekstresi dari cilostazol.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan pletaal ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.