Poncoflox

Poncoflox

Obat

Pengertian

Poncoflox tablet merupakan obat yang di produksi oleh Armoxindo Farma. Obat ini mengandung Ciprofloxacin yang diindikasikan untuk infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih, infeksi saluran pencernaan, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi sendi dan tulang, infeksi genital, dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang rentan. Mekanisme kerja obat ini adalah Ciprofloxacin merupakan agen anti-infeksi fluoroquinolone, bertindak dengan menghambat DNA gyrase dan topoisomerase IV, keduanya penting dalam replikasi, bakteri transkripsi, perbaikan dan rekombinasi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Kuinolon
  • Kandungan: Ciprofloxacin 500 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Armoxindo Farma.

Kegunaan

Poncoflox diindikasikan untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Infeksi Tulang dan Sendi
    Dewasa: 2 x sehari 1 tablet. Durasi pengobatan maksimal: 3 bulan.
  • Infeksi Saluran Pernapasan Bawah, Infeksi Kulit dan aringan Lunak, Infeksi SaluranPernapasan Atas
    Dewasa: 2 x sehari 1 tablet selama 7-14 hari.
  • Infeksi Intraabdomen
    Dewasa: 2 x sehari 1 tablet selama 5-14 hari.
  • Servisitis Gonokokal, Uretritis Gonokokal
    Dewasa: 1 tablet sebagai dosis tunggal.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah:
Pusing, sakit kepala, gelisah, tremor, insomnia, gugup, mengantuk, reaksi fotosensitifitas, ruam,mialgia (nyeri otot), artralgia (nyeri sendi),penyakit kuning, pruritus telinga (gata pada telinga), otitis media (infeksi pada telinga bagian tengah), sensasi terbakar, hiperemia konjungtiva (mata merah), pengerasan kulit mata, pruritus mata (mata gatal), mual, muntah, diare, sakit perut, pencernaan yang terganggu, demam, tendinitis (iritasi pada tendon) yang ireversibel, ruptur tendon (robek tendon), neuropati perifer (gangguan yang terjadi akibat kerusakan pada sistem saraf tepi), efek sistem saraf pusat (misalnya. Kejang, peningkatan tekanan intrakranial), hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), superinfeksi dalam penggunaan jangka panjang, lekas marah, hepatitis, peningkatan transaminase.

Kontraindikasi:
Penggunaan bersamaan dengan tizanidine. Hipersensitif terhadap ciprofloxacin atau kuinolon lainnya. Riwayat atau risiko perpanjangan QT.

Interaksi Obat:
Meningkatkan kreatinin serum dengan siklosporin. Meningkatkan risiko kejang dengan obat anti inflamasi non steroid. Dapat mengubah konsentrasi fenitoin dalam serum. Mengurangi penyerapan oral dengan produk yang mengandung kation multivalen (misalnya. Al, Ca, Mg, Fe). Dapat meningkatkan efek antikoagulan vit K, warfarin. Meningkatkan risiko interval QT yang berkepanjangan dengan Kelas IA (misalnya. Quinidine, procainamide) dan Kelas III (mialnyas. Amiodaron, sotalol) antiaritmia, TCA, makrolida (misalnya. Erythromycin), cisapride, antipsikotik. Meningkatkan konsentrasi serum dengan probenesid. Dapat meningkatkan konsentrasi serum dan toksisitas metotreksat; Substrat CYP1A2 (misalnya. Clozapine, ropinirole, theophilin); turunan xanthine (misalnya. kafein, pentoxifylline). Meningkatkan risiko gangguan tendon dengan kortikosteroid.

Kategori Kehamilan:
Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter