Pengertian

Praxion mengandung Paracetamol, obat ini diproduksi oleh Phapros Indonesia. Praxion digunakan untuk meringankan rasa sakit dan demam ringan hingga sedang. Mekanisme kerja obat Paracetamol bekerja sebagai analgesik dengan penyumbatan perifer pada generasi impuls nyeri, sehingga menghasilkan antipyresis dengan menghambat pusat pengatur panas hipotalamus.

Keterangan

  1. Praxion Suspensi 
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Antipiretik dan Analgetik Non Opioid
    • Bentuk: Suspensi
    • Kandungan: Paracetamol 120 mg/ 5 mL
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol 60 mL
    • Farmasi: Phapros Indonesia.
  2. Praxion Forte 
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Antipiretik dan Analgetik Non Opioid
    • Bentuk: Suspensi
    • Kandungan: Paracetamol 250 mg/ 5 mL
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol 60 mL
    • Farmasi: Phapros Indonesia.
  3. Praxion Drop
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Antipiretik dan Analgetik Non Opioid
    • Bentuk: Suspensi
    • Kandungan: Paracetamol 100 mg/mL
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol 15 mL
    • Farmasi: Phapros Indonesia.

Kegunaan

Praxion digunakan untuk meringankan rasa sakit dan demam ringan hingga sedang.

Dosis & Cara Penggunaan

  • Setelah Imunisasi:
    Anak: 2-3 bulan 60 mg sebagai dosis tunggal. Dapat memberikan dosis kedua setelah 4-6 jam jika diperlukan. Maksimal: 4 dosis setiap hari.
  • Demam, Nyeri Ringan Hingga Sedang
    Dewasa: 0.5-1 g 4-6 setiap jam. Maksimal: 4 g setiap hari.
    Anak: 1-2 bulan 30-60 mg 8 setiap jam. Maksimal: 60 mg / kg / hari; Usia 12-16 tahun 480 atau 750mg.
    Berikan 4-6 setiap jam jika perlu. Maksimal: 4 dosis dalam 24 jam.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Praxion, yaitu:

  • Gangguan pencernaan: Mual, muntah, sembelit.
  • Gangguan sistem saraf: Sakit kepala.
  • Gangguan kejiwaan: Insomnia.
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Eritema (peradangan pada jjaringan kulit, pembilasan, pruritus (gatal).
  • Signifikan: Trombositopenia (kadar trombosit darah rendah), leukopenia (jumlah sel darah putih rendah), neutropenia (jmlah neutropil darah rendah), pansitopenia (penurunan jumlah eritrosit, leukosit, dan trombosit), methaemoglobinaemia (kadar methemoglobin (metHb) yang lebih tinggi dari normal), agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit), angioedema (pembengkakan dibawah kulit), nyeri.
    Jarang, hipotensi dan takikardia (detak antung cepat).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Pehamol pada pasien yang memiliki indikasi:
Hipersensitif

Interaksi Obat: 
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Praxion: 

  • Penyerapan berkurang jika dikonsumsi bersamaan dengan colestyramine.
  • Konsentrasi serum menurun dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (misalnya. Fenitoin, fenobarbital, karbamazepin, primidon).
  • Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya dalam penggunaan jangka panjang.
  • Meningkatkan penyerapan dengan metoclopramide dan domperidone.
  • Meningkatkan konsentrasi serum dengan probenesid.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Praxion ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) namun tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).