Propyretic

Propyretic

Obat

Pengertian

Propyretic merupakan obat yang mengandung Paracetamol yang mempunyai efek mengurangi nyeri (analgesik) dan menurunkan demam (antipiretik). Propyretic digunakan sebagai pengobatan untuk menurunkan demam serta meredakan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot dan sendi, artritis reumatoid (radang sendi), osteoartritis (sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan), nyeri haid dan nyeri yang berhubungan dengan trauma ringan (terpukul, terbentur, teriris dan lain-lain) dan prosedur pembedahan bilamana pemakaian oral (tablet atau sirup) tidak memungkinkan (pasien tidak dapat menelan).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Analgestik dan antipiretik
  • Kandungan: Paracetamol 80 mg;┬áParacetamol 160 mg;┬áParacetamol 240 mg
  • Bentuk: Suppositoria
  • Satuan penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 6 Suppositoria
  • Farmasi: Combiphar.

Kegunaan

Propyretic digunakan sebagai pengobatan untuk menurunkan demam serta meredakan nyeri, dan prosedur pembedahan bilamana pemakaian oral (tablet atau sirup) tidak memungkinkan (pasien tidak dapat menelan).

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis penggunaan Propyretic harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan.

Dosis anak-anak usia < 12 tahun: 10-15 mg/kg berat badan, Anak usia 6-12 tahun: 240 mg,
Anak usia 2-6 tahun: 160 mg,
Bayi usia < 2 tahun: 80 mg.
Untuk digunakan 4 kali sehari. Masukkan suppositoria melalui anus.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Propyretic adalah :
- Perubahan hematologikal
- Alergi kulit
- Reaksi alergi lain
- Kerusakan hati bila digunakan dalam jangka panjang.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Propyretic pada penderita:
- Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Paracetamol
- Pasien yang memiliki riwayat gagal hati.

Interaksi Obat:
Propyretic dapat berinteraksi dengan
- Aspirin
- Alkohol
- Kloramfenikol
- Antikoagulan oral
- Penginduksi enzim hati
- Zat-zat yang dapat menyebabkan hepatotoksis
- Fenobarbital.

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Paracetamol ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) namun tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter