Proxona

Proxona

Obat

Pengertian

Proxona merupakan sediaan obat dalam bentuk kaplet yang diproduksi ole PT Harsen Indonesia. Proxona adalah obat yang digunakan untuk mengatasi alergi, misalnya seperti alergi pada saluran pernafasan, alergi pada kulit dan alergi pada mata. Setiap kaplet Proxona mengandung Dexchlorpheniramine maleate dan Dexamethasone.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antihistamin dan Antialergi
  • Kandungan: Dexchlorpheniramine maleate 2 mg, Dexamethasone 0.5 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: PT Harsen Indonesia.

Kegunaan

Proxona adalah obat yang digunakan untuk mengatasi alergi, misalnya seperti alergi pada saluran pernafasan, alergi pada kulit , dan alergi pada mata.

Dosis & Cara Penggunaan

Proxona merupakan golongan obat keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

Penggunaan Proxona:
Dosis dewasa: 3 x sehari 1 tablet.
Dosis anak usia 6-12: 3 x sehari ½ tablet.
Dosis anak usia 2-6 tahun: 3 x sehari 1/4 tablet.

Efek Samping


Efek samping yang mungkin timbul adalah dermatitis eksfoliatif, sakit kepala, palpitasi dan aritmia, kejang, berkeringat, mialgia, paraestesi, gejala ekstrapiramidal, tremor, gangguan tidur dan gangguan saluran pencernaan, gangguan psikiatrik, imunosupresi (misalnya infeksi sekunder), glaukoma sudut terbuka dan katarak.

Kontraindikasi:

  • Tidak boleh digunakan oleh pasien yang telah diketahui memiliki alergi terhadap kandungan Proxona.
  • Infeksi jamur sistemik; infeksi sistemik kecuali dirawat dengan anti-infeksi spesifik.
  • Administrasi vaksin virus hidup.
  • Bayi prematur atau neonatus cukup bulan.

Interaksi Obat:

  • Depresan SSP misalnya, alkohol, barbiturat, hipnotik, analgesik opioid
  • Obat penenang anxiolytic dan neuroleptik; antimuskarinik lainnya; MAOI; betahistine; obat ototoxic.
  • Penurunan konsentrasi plasma dengan induser CYP3A4 (misalnya Barbiturat, karbamazepin, efedrin, fenitoin, rifabutin, rifampisin).
  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan inhibitor CYP3A4 (misalnya Erythromycin, ketoconazole, ritonavir).

Kategori Kehamilan:

  • Dexchlorpheniramine maleate, Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) namun tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).
  • Dexamethasone, Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

 

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter