Radol

Radol

Obat

Pengertian

Radol merupakan obat yang diproduksi oleh Pyridam Farma. Obat ini mengandung Tramadol yang diindikasikan untuk meredakan nyeri sedang sampai berat. Mekanisme kerja obat ini adalah menghambat pengambilan kembali norepinefrin, serotonin dan meningkatkan pelepasan serotonin. Sehingga mengubah persepsi dan respons terhadap rasa sakit dengan mengikat reseptor di sistem saraf pusat.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Analgetik Opioid
  • Kandungan: Tramadol
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Pyridam Farma.

Kegunaan

Radol kapsul diindikasikan untuk meredakan nyeri sedang sampai berat.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

  • Dewasa: 50-100 mg setiap 4-6 x sehari. Dosis Maksimal: 400 mg / hari.
  • Lansia > 75 tahun: Tingkatkan dosis.

Efek Samping

  • Depresi pernapasan
  • Kejang
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mengantu
  • stimulasi sistem saraf pusat (misalnya: Kecemasan, euforia (rasa senang yang berlebihan, halusinasi).

Kontraindikasi:
Hindari pemberian pada pasien dengan kondisi:

  • Keracunan akut dengan hipnotik
  • Epilepsi yang tidak terkontrol
  • Asma bronkial akut atau berat
  • Tidak dimaksudkan untuk perawatan penarikan narkotika
  • Gangguan ginjal dan hati berat
  • Penggunaan bersamaan dengan MAOI atau dengan 2 minggu setelah penarikan MAOI.

Interaksi Obat:

  • Meningkatkan risiko kejang atau sindrom serotonin dengan SSRI
  • serotonin-norepinefrin reuptake inhibitor (SNRI)
  • Obat penurun ambang kejang lainnya (misalnya: Bupropion, mirtazapine, tetrahydrocannabinol).
  • Konsentrasi serum menurun dengan carbamazepine.
  • Dapat mempotensiasi efek anti-depresan norepinefrin, agonis 5-HT atau litium.
  • Meningkatkan INR dan ekimosis dengan turunan kumarin (misalnya: Warfarin).

Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Radol ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter