Pengertian

Recolfar merupakan obat yang mengandung Colchicine, dan diproduksi oleh Pratapa Nirmala. Recolfar digunakan untuk mengobati gout artritis (asam urat) akut, pencegahan dalam jangka pendek selama terapi awal dengan obat allopurinol dan uricosuric. Recolfar bekerja dengan menurunkan peradangan dan mengurangi penumpukan kristal asam urat yang menyebabkan nyeri pada sendi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hiperurisemia dan Obat Asam Urat
  • Kandungan: Colchicine 0.5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @10 Tablet
  • Farmasi: Pratapa Nirmala

Kegunaan

Recolfar digunakan untuk mengobati gout artritis (asam urat) akut, pencegahan dalam jangka pendek selama terapi awal dengan obat allopurinol dan uricosuric.

Dosis & Cara Penggunaan

Recolfar merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan recolfar juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Artritis gout akut
    Dosis awal: 0,5-1,2 mg, di lanjutkan dengan dosis 0,5 mg setiap 2 jam sampai nyeri hilang atau mual, muntah atau diare terjadi. Kisaran dosis biasa: 4-8 mg.
  • Pencegahan jangka pendek selama terapi awal dengan obat allopurinol dan urikosurik
    0,5 mg diminum seminggu sekali atau hingga sekali sehari.

Efek Samping

  • Neuritis perifer
  • Kelemahan otot
  • Mual, muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Urtikaria (biduran)
  • Anemia aplastik
  • Agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit)

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Recolfar pada pasien:

  • Pasien dengan perdarahan saluran cerna serius
  • Pasien penyakit ginjal atau jantung
  • Diskrasia darah.
  • Kehamilan.

Interaksi Obat:
Dapat mengganggu penyerapan vitamin B12.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Recolfar ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.