Pengertian

Renasistin mengandung Cefadroxil yang merupakan antibiotik golongan sefalosporin yang digunakan untuk membantu mengobati berbagai macam infeksi bakteri (misalnya, radang tenggorokan, kulit dan infeksi saluran kemih). Renasistin bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri dan dengan cara mengganggu pembangunan dinding sel, sehingga menyebabkan kematian bakteri. Renasistin hanya untuk infeksi bakteri. Renasistin tidak akan bekerja untuk infeksi virus (misalnya, pilek, flu). Penggunaan antibiotik yang tidak perlu atau berlebihan dapat menyebabkan resistensi (bakteri kebal terhadap pengobatan) sehingga efektivitasnya menurun.

Keterangan

  1. Renasistin Kapsul
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Cefadroxil 500 mg
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Kapsul
    • Farmasi: Fahrenheit.
  2. Renasistin Drop
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Cefadroxil 150 mg
    • Bentuk: Drop
    • Satuan Penjualan: Botol tetes
    • Kemasan: Box, Botol tetes @ 15 mL
    • Farmasi: Fahrenheit.
  3. Renasistin Sirup
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Cefadroxil 250 mg/5 mL
    • Bentuk: Botol
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Box, Botol @ 60 mL
    • Farmasi: Fahrenheit.

Kegunaan

Renasistin digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri seperti infeksi saluran pernafasan, saluran kemih dan kulit dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Dewasa: 1-2 gram per hari dibagi menjadi 2 kali sehari.
  • Anak-anak lebih dari 6 tahun: 30-50 mg/kgBB per hari, dengan dosis maksimum 100 mg/kgBB per hari.

Efek Samping

Efek Samping yang mungkin dapat timbul selama penggunaan Renasistin adalah diare, sakit maag, dispepsia (gangguan saluran pencernaan), mual, muntah dan demam.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Renasistin pada pasien dengan kondisi gangguan ginjal, gangguan pencernaan, serta asma.

Interaksi Obat:

  • Penurunan efektivitas masing-masing obat, jika dikonsumsi dengan antibiotik lain.
  • Penurunan efektivitas vaksin BCG dan vaksin tifoid.
  • Melemahkan efek dari pil KB.
  • Berisiko menimbulkan efek samping dari cefadroxil, bila dikonsumsi dengan probenecid.
  • Menurunkan efektivitas cefadroxil, jika dikonsumsi dengan cholestyramine.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Renasistin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).