Pengertian

Renodiol adalah sediaan obat yang mengandung Methylestrenolone dan Methylestradiol. Renodiol merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan gangguan menstruasi seperti pendarahan yang berlebihan dan terapi amenore sekunder (tidak haid selama 6 bulan pada wanita yang sebelumnya pernah mengalami haid teratur atau selama 12 bulan pada wanita yang mempunyai haid tidak teratur).

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Estrogen, Progesteron dan Obat Sintetis Terkait.
  • Kandungan: Methylestrenolone 5 mg, methylestradiol 0.3 mg
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Caprifarmindo Laboratories PT

Kegunaan

Renodiol digunakan untuk pengobatan gangguan menstruasi seperti pendarahan yang berlebihan.

Dosis & Cara Penggunaan

Renodiol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Renodiol juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Kombinasi methylestrenolone dan methylestradiol tidak boleh diberikan apabila haid telah berhenti berlangsung 8 minggu sejak haid terakhir.

Dosis yang dianjurkan sebagai berikut:
1 tablet diminum dengan air secukupnya selama 2 hari berturut-turut. Setelah 3 – 6 hari biasanya akan terjadi pendarahan normal. Pada beberapa pasien pendarahan haid baru terjadi setelah 15 hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Renodiol antara lain, ganguguan pencernaaan, sakit kepala, dan mual muntah.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Renodiol pada pasien yang memiliki indikasi:

  1. Wanita Hamil.
  2. Epilepsi.
  3. Hipertensi
  4. Asma.
  5. Gangguan fungsi jantung atau ginjal.
  6. Gangguan hati.