Pengertian

Reotal adalah sediaan obat yang mengandung Pentoxfylline. Reotal digunakan untuk membantu menurunkan kekentalan darah dan memperbaiki fleksibilitas eritrosit, sehingga pemberiannya dapat memperbaiki aliran darah dan juga meningkatkan oksigenasi jaringan. Reotal juga digunakan untuk penderita klaudikasi intermiten (kompleks gejala terdiri atas rasa nyeri pada kaki atau tungkai sewaktu berjalan dan sembuh sehabis istirahat) akibat penyakit penyumbatan arteri kronis pada anggota gerak.

Keterangan

  1. Reotal Injeksi
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Hemorologis
    • Kandungan: Pentoxfylline 300 mg.
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Vial.
    • Kemasan: Vial 15 mL.
    • Farmasi: Kalbe Farma PT
  2. Reotal Kaplet:
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Hemorologis
    • Kandungan: Pentoxfylline 400 mg.
    • Bentuk: Kaplet
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Kaplet.
    • Farmasi: Kalbe Farma PT

Kegunaan

Reotal digunakan untuk membantu pengenceran darah dan memperbaiki fleksibilitas eritrosit.

Dosis & Cara Penggunaan

Reotal merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan reotal juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa: Per Oral Tablet : 400 mg 3 kali sehari, dapat dikurangi menjadi 400 mg 3 kali sehari sesuai toksisitas.
  • Dosis penggunaan Reotal injeksi juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Efek Samping

  1. Sakit kepala.
  2. Pusing.
  3. Tremor.
  4. Gugup.
  5. Kantuk.
  6. Susah tidur dan gangguan tidur.
  7. Mual, muntah, ketidaknyamanan epigastrium, perut kembung, sembelit, diare, pencernaan yang terganggu.
  8. Hipersalivasi atau memproduksi air liyur berlebihan.


Kontraindikasi:

Hindari penggunaan Reotal pada pasien yang memiliki indikasi:
Hipersensitivitas pada pentoxifylline, xanthine metil lainnya.
Perdarahan retina otak, aritmia jantung berat.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Reotal :

  • Peningkatan pajanan dan toksisitas dengan simetidin, siprofloksasin.
  • Peningkatan risiko perdarahan dan lama protrombin dengan antikoagulan (misal. Warfarin), inhibitor agregasi platelet (mis. Clopidogrel), dan ketorolak.
  • Dapat meningkatkan kadar teofilin dan toksisitas.
  • Peningkatan efek farmakologis dari agen antihipertensi, insulin dan agen hipoglikemik oral.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Reotal ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.