Pengertian

Rubisandin merupakan salah satu Sediaan Injeksi yang mengandung Epirubicin HCl, obat ini diproduksi oleh Sanbe Farma. Rubisandin diindikaikan untuk monoterapi atau terapi kombinasi pada kanker payudara, lambung, paru-paru, limfoma ganas dan sarkoma jaringan lunak. Rubisandin termasuk golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini Harus Dilakukan Oleh Tenaga Medis Profesional.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kemoterapi Sitotoksik.
  • Kandungan: Epirubicin HCl 2 mg/mL.
  • Bentuk: Cairan.
  • Satuan penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial 5 mL ; Vial 25 mL.
  • Farmasi: Sanbe Farma.

Kegunaan

Rubisandin diindikaikan untuk monoterapi atau terapi kombinasi pada kanker payudara, lambung, paru-paru, limfoma ganas dan sarkoma jaringan lunak

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan Rubisandin, harus dilakukan dengan Tenaga Medis Profesional dan Resep Dokter:

Dosis Konvensional

  • Dewasa: 75-90 mg / m2 IV selama 3-5 menit diulangi dalam interval 21 hari. Dosis tinggi:
  • Kanker paru-paru sel kecil (sebelumnya tidak diobati) 120 mg / m2 pada hari 1 setiap 3 minggu.
  • Kanker paru-paru sel non-kecil (skuamosa, sel besar dan adenokarsinoma yang sebelumnya tidak diobati) 135 mg / m2 pada hari 1 atau 45 mg / m2 pada hari 1, 2 dan 3 setiap 3 minggu diberikan sebagai bolus IV selama 3-5 menit atau sebagai infus hingga 30 menit.
  • Kanker payudara lanjut 135 mg / m2 dalam monoterapi & 120 mg / m2 dalam terapi kombinasi setiap 3-4 minggu dibagi selama 2-3 hari berturut-turut.
  • Karsinoma papiler dan karsinoma in situ 50 mg / mL (diencerkan dengan salin atau air steril suling) satu kali seminggu selama 8 minggu. Untuk karsinoma in situ, dosis dapat ditingkatkan hingga 80 mg / 50 mL.
  • Profilaksis 50 mg / 50 mL sekali seminggu selama 4 minggu, diulang setelah 11 bulan. Pertahankan soln secara intravena selama 1 jam.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Rubisandin, yaitu:

  • Myelosupresi (penurunan dalam produksi sel darah merah, trombosit, dan beberapa sel darah putih oleh sumsum tulang).
  • Kardiotoksisitas.
  • Alopesia (kebotakan rambut)
  • Gangguan GastroIntenstinal (mual, muntah, diare).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Rubisandin pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Pasien yang diobati dengandosis kumulatif doxorubicin dan daunorubicin
  • Rwayat gangguan jantung.
  • Wanita hamil dan menyusui.
Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Rubisandin ke dalam Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).