Pengertian

Santibi adalah sediaan obat untuk tuberkulosis paru yang mengandung zat aktf Ethambutol HCl. Santibi memiliki sifat bakteriostatik terhadap bakteri yang rentan, menghambat sintesis metabolit bakteri sehingga menghambat metabolisme dan multiplikasi sel bakteri. Selama menjalani pengobatan dengan Santibi, umumnya Anda akan disarankan oleh Dokter untuk tetap mengonsumsinya selama jangka waktu tertentu, meski kondisi Anda dirasa sudah membaik. Hal ini bertujuan agar penyakit TBC benar-benar pulih dan tidak kambuh lagi. Namun hentikan pengobatan dan segera temui Dokter jika Anda mengalami gangguan penglihatan pada saat menggunakan Santibi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Anti-TB.
  • Kandungan: Ethambutol HCl 500 mg.
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Sanbe Farma PT

Kegunaan

Santibi digunakan untuk pengobatan tuberkulosis.

Dosis & Cara Penggunaan

Santibi termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Perawatan awal: 15 mg / kg sekali sehari.
  • Perawatan ulang: 25 mg / kg / hari selama 60 hari. Setelah itu 15 mg / kg / hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Santibi, antara lain:
Etambutol: Neuritis retrobulbar dengan penurunan ketajaman visual, skotoma sentral dan kebutaan warna merah-hijau. Peningkatan serum transaminase, SLE, GIT.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Santibi pada pasien yang memiliki indikasi Neuritis optik.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Santibi:
Etambutol dapat mengurangi kemanjuran agen urikosurik.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Santibi ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.