Pengertian

Seebri breezhaler merupakan obat yang mengandung glycopyronium bromide. Glycopyronium bromide berfungsi untuk meredakan gejala penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) pada orang dewasa. PPOK adalah penyakit jangka panjang di mana saluran udara dan kantung udara di dalam paru-paru menjadi rusak atau tersumbat, yang menyebabkan kesulitan bernapas. Seebri Breezhaler digunakan untuk perawatan pemeliharaan (reguler).

Keterangan

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Anti Asma
  • Kandungan : Glycopyronium bromide 50 Mcg
  • Bentuk : Serbuk Inhaler
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan : Botol 50 mcg
  • Farmasi : Novartis Indonesia

Kegunaan

Seebri Breezhaler digunakan untuk meredakan gejala penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) pada orang dewasa.

Dosis & Cara Penggunaan

Seebri Breezhaler merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Seebri Breezhaler juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa dan lansia (≥75 tahun): 50 mcg inhalasi per hari

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi obat Seebri Breezhaler adalah:
- Iritasi tenggorokan
- Rhinitis (Radang selaput lendir hidung adalah kerusakan jaringan tubuh yang terdapat pada selaput hidung)
- Sinusitis (Inflamasi atau peradangan pada ongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak)
- Nasofaringitis (infeksi yang menyerang nasofaring dan hidung, faringitis merupakan peradangan dinding faring yang diakibatkan oleh bakteri atau virus).

Kontraindikasi
-Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Glycopyronium bromide

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Seebri Breezhaler ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.