Pengertian

Seretide merupakan obat paten yang mengandung Salmeterol, Fluticasone Propionate. Seretide digunakan untuk membantu pengobatan teratur penyakit penyumbatan jalan nafas yang bersifat reversibel termasuk asma, bronkitis (infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru atau bronkus yang menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada saluran tersebut ), emfisema (kondisi di mana kantung udara di paru-paru secara bertahap hancur, membuat napas lebih pendek) dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan penyakit paru yang memburuk seperti asma refrakter (tidak ada perubahan atau perbaikan yang sangat singkat), bronkitis menahun/kronis.

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Anti Asma
  • Kandungan:
    • Seretide 50: Salmeterol 25 mcg, fluticasone propionate 50 mcg.
    • Seretide 125: Salmeterol 25 mcg, fluticasone propionate 125 mcg.
    • Seretide Diskus 100: Salmeterol xinafoate 50 mcg, fluticasone propionate 100 mcg.
    • Seretide Diskus 250: Salmeterol xinafoate 50 mcg, fluticasone propionate 250 mcg.
    • Seretide Diskus 500: Salmeterol xinafoate 50 mcg, fluticasone propionate 500 mcg.
  • Bentuk: Inhaler
  • Farmasi: Glaxo Wellcome Indonesia.

Kegunaan

Seretide digunakan untuk membantu pengobatan teratur penyakit penyumbatan jalan nafas yang bersifat reversibel termasuk asma, bronkitis, emfisema dan PPOK.

Dosis & Cara Penggunaan

Seretide merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. 

Penyakit Obstruksi Saluran Nafas:
Dewasa dan anak diatas 12 tahun: 2 inhalasi seretide 50/ 1 inhalasi seretide 100, 250, atau 500.
Anak usia lebih dari 4 tahun: 2 inhalasi inhaler seretide 50 atau 1 inhalasi diskus seretide 100.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Seretide adalah:

  • Serak atau disfonia,
  • Sakit kepala
  • Kandidiasis mulut dan tenggorokan
  • Iritasi tenggorokan
  • Palpitasi (palpitasi adalah kondisi detak jantung yang lebih cepat dari normal dengan frekuensi dan irama yang tidak teratur )
  • Tremor
  • Artralgia (Arthralgia adalah nyeri pada satu atau lebih sendi )
  • Kram otot.

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap komposisi Seretide.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Seretide ke dalam Kategori C:

Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin.