Sevodex

Sevodex

Obat

Pengertian

Sevodex merupakan sediaan anastesi yang di produksi oleh Dexa Medica. Sevodex mengandung Sevoflurane yang diindikasikan untuk Induksi dan pemeliharaan anestesi umum. Mekanisme kerja obat ini adalah bekerja dengan mengubah aktivitas reseptor neurotransmitter sinaptik cepat seperti nicotinic acetylcholine, GABA, dan glutamat. Dapat menekan kontraktilitas miokard dan menurunkan tekanan darah dan aktivitas saraf simpatis. Selain itu, ia memiliki sifat relaksan otot tanpa analgesia.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Anestesi - Lokal dan Umum
  • Kandungan: Sevoflurane
  • Bentuk : Cairan Inhalasi
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan : Botol @ 250 ml
  • Farmasi : Dexa Medica

Kegunaan

Sevodex inhalasi diindikasikan untuk Induksi dan pemeliharaan anestesi umum.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

  • Induksi dan Pemeliharaan Anestesi Umum
    • Dewasa
      • Induksi: Pasien premedikasi: Hingga 5% v/v dengan oksigen (atau campuran oksigen dan dinitrogen oksida), disesuaikan menurut usia dan status klinis.
  • Pasien tanpa pertimbangan: Hingga 8%  v/v.
    • Dosis pemeliharaan: 0.5-3% v/v dengan atau tanpa dinitrogen oksida. Dosis diberikan melalui vaporiser yang dikalibrasi.
    • Anak: Hingga 7% v/v dengan oksigen (atau campuran oksigen dan nitro oksida) yang diberikan melalui penguap yang dikalibrasi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Sevodex, antara lain:
1. Gangguan jantung
2. Hipotensi (penurunan tekanan darah)
3. Bradikardia (denyut jantung lambat)
4. Laringospasme (kejang singkat dari pita suara yang sementara membuat sulit untuk berbicara atau bernapas)
5. Peningkatan batuk dan air liur
6. Retensi urin (gangguan pada kandung kemih sehingga kesulitan untuk mengeluarkan atau mengosongkan urine)
7. Gagal ginjal akut,
8. Dyspnoea (sesak nafas berulang)
9. Mengi
10. Ketidaknyamanan dada
11. Bronkospasme (penyempitan saluran udara)
12. Reaksi alergi berat; gelisah, gerakan distonik (anak).
Berpotensi Fatal: Hipertermia maligna (gangguan otot rangka).

Kontraindikasi:
Diketahui atau diduga kerentanan terhadap hipertermia ganas. Riwayat gangguan hati sedang hingga berat terkait dengan anestesi halogen.

Interaksi Obat:

  • Meningkatan metabolisme dan toksisitas jika digunakan bersamaan dengan obat yang menginduksi isoenzim CYP2E1 (misalnya: Isoniazid).
  • Mengurangi MAC jika digunakan bersamaan dengan benzodiazepin, opioid.
  • Dapat menyebabkan aritmia ventrikel dengan agen simpatomimetik β (misalnya: Isoprenalin), dan agen simpatomimetik α- dan β (misalnya: Adrenalin, noradrenalin).
  • Dapat menyebabkan krisis selama operasi jika diberikan bersamaan dengan inhibitor MAO nonselektif.
  • Dapat menyebabkan hipotensi dan risiko efek inotropik aditif negatif jika digunakan bersamaan dengan antagonis Ca (terutama dihidropiridin).
  • Berpotensi Fatal: Jarang, dapat menyebabkan peningkatan kadar K dalam serum yang menyebabkan aritmia jantung disertai penggunaan suksinilkolin secara bersamaan.
Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter