simarc-2

Pengertian

Simarc-2 merupakan obat yang memiliki kandungan Natrium Walfarin. Simarc-2 adalah golongan obat antikoagulan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah yang membahayakan kesehatan dan jiwa seseorang, misalnya pembekuan darah di kaki pada penderita trombosis vena (penggumpalan darah di dalampembuluh darah vena), pembekuan darah di paru-paru pada penderita emboli paru (penyumbatan pembuluh darah dari jantung menuju paru-paru), dan pembekuan darah di jantung pada penderita fibrilasi atrium dan serangan jantung. Selain itu, Simarc-2 juga dapat mencegah terjadinya pembekuan darah akibat operasi jantung. Proses pembekuan darah di dalam arteri dipengaruhi oleh vitamin K. Warfarin bekerja dengan cara mengurangi efek dari vitamin tersebut. Karena Simarc-2 dapat mencegah pembekuan darah, maka hindarilah aktivitas fisik yang memiliki risiko tinggi terjadinya luka atau cedera pada tubuh saat Anda sedang mengonsumsi obat ini.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antikoagulan, Antiplatelet dan Fibrinolitik (Trombolitik)
  • Kandungan: Natrium Walfarin 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Kegunaan

Simarc-2 digunakan untuk mencegah dan mengobati trombosis vena (penyumbatan pembuluh darah vena), serta digunakan sebagai terapi tambahan dalam pengobatan oklusi koroner (penyumbatan arteri koroner karena menumpuknya plak atau lemak pada dinding arteri jantung).

Dosis & Cara Penggunaan

Simarc-2 termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter.

  • Dosis awal: 5-10 mg setiap hari selama 2 hari. Sesuaikan dosis dengan hasil INR (indikator mengevaluasi pengobatan dengan antikoagulan). 
  • Dosis pemeliharaan: 2-10 mg setiap hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Simarc-2, antara lain:
- Pendarahan
- Ileus paralitik
- Perdarahan uterus berlebihan
- Nekrosis kulit dan jaringan lain.

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi yang berpotensi hemoragik, pembedahan segera, anestesi lumbar, preeklampsia, dan eklampsia, aborsi terancam, kehamilan.

Interaksi Obat:

  • Efek berkurang jika diberikan bersamaan dengan aminoglutethimide, barbiturat, carbamazepine, griseofulvin, phenobarb, primidone, rifampicin & vit K.
  • Efek meningkat jika diberikan bersamaan dengan steroid anabolik, amiodarone, antibiotik tertentu, cimetidine, clofibrate, danazol, disulfiram, imifazole, antifotone tiroksin.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Simarc-2 ke dalam Kategori D, X (untuk katup jantung mekanis berisiko tinggi):
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.