Simcef

Simcef

Obat

Pengertian

Simcef merupakan sediaan obat dalam bentuk tablet yang diproduksi oleh Erlimpex Indonesia. Simcef adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Setiap kapsul Simcef mengandung Cefixime trihydrate 100 mg. Cefixime bekerja dengan cara menghambat langkah transpeptidasi akhir sintesis peptidoglikan di dinding sel bakteri, sehingga menghambat biosintesis dan menahan rakitan dinding sel yang mengakibatkan kematian sel bakteri.

Keterangan

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antibiotik Sefalosporin
  • Kandungan : Cefixime trihydrate
  • Bentuk : Kapsul 100 mg
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Erlimpex Indonesia

Kegunaan

Simcef digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Simcef merupakan Golongan Obat Keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan Resep Dokter.

Infeksi yang rentan
Dewasa : 200-400 mg setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Simcef, antara lain:
1. Diare
2. Mual
3. Muntah
4. Sakit perut
5. Ketidaknyaman pada perut bagian atas
6. Perut kembung
7. Peradangan pada vagina
8. Vagina kandidiasis (Jamur pada vagina)
9. Reaksi alergi berat (anafilaksis)
10. Sindrom Stevens-Johnson (penyakit kulit yang disebabkan oleh alergi atau infeksi).

Kontraindikasi :
Tidak boleh digunakan oleh pasien yang telah diketahui memiliki alergi terhadap kandungan obat Simcef, seperti cefixime dan sefalosporin lainnya.

Interaksi Obat :
1. Peningkatan waktu protrombin (dengan atau tanpa perdarahan) dengan antikoagulan (misal. Warfarin).
2. Peningkatan konsentrasi karbamazepin plasma pada penggunaan bersama.
3. Peningkatan bioavailabilitas dengan nifedipine.
4. Peningkatan konsentrasi serum dengan probenesid.

Kategori Kehamilan :
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Simcef ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter