Sirdalud

Sirdalud

Obat

Pengertian

Sirdalud merupakan obat yang di produksi oleh Novartis Indonesia. Sirdalud mengandung Tizanidine HCl yang diindikasikan untuk mengatasi nyeri kejang otot dengan multiple sclerosis (kondisi imun yang mempengaruhi sel saraf dalam otak dan tulang belakang) atau cedera atau penyakit sumsum tulang belakang. Mekanisme kerja Sirdalud adalah menghambat kerja otak dan sistem saraf, sehingga memberikan waktu bagi otot untuk rileks atau dilemaskan.

Keterangan

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Relaksan Otot
  • Kandungan : Tizanidine HCl 500 mg
  • Bentuk : Tablet
  • Satuan Penjualan : Strip
  • Kemasan : Dus, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi : Novartis Indonesia

Kegunaan

Sidalud diindikasikan untuk nyeri kejang otot dengan multiple sclerosis atau cedera atau penyakit sumsum tulang belakang.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

  • Dosis 1 tablet sebagai dosis tunggal, dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan dan respons pasien, dosis ditingkatkan hingga 1-2 tablet setiap hari pada interval 3-4 hari. Dosis harus diminum dalam 3-4 dosis terbagi. Dosis biasa: 24 mg / hari. Maksimal: 36 mg / hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Sidalud, antara lain:

  • Signifikan: Hepatotoksisitas (kerusakan hati yang disebabkan oleh zat kimia).
  • Reaksi hipersensitivitas.
  • Hipotensi.
  • Sedasi, halusinasi.
  • Mulut kering.
  • Kelemahan. 
  • Infeksi.
  • Peningkatan enzim hati.
  • Pusing.
  • Kantuk.
  • Bradikardia (denyut jantung yang lambat), takikardia (detak jantung cepat).

Kontraindikasi:

  • Tidak boleh di gunakan bersamaan dengan inhibitor CYP1A2 yang poten (misalnya: Fluvoxamine, ciprofloxacin), gangguan hati.

Interaksi Obat:

  • Efek sistem saraf pusat yang meningkat jika digunakan bersamaan dengan obat penenang dan depresan sistem saraf pusat lainnya (misalnya: Benzodiazepin, opioid, TCA).
  • Meningkatkan efek hipotensi, rebound hipertensi dan takikardia dengan β-adrenoceptor blocker, digoxin.
  • Meningkatkan konsentrasi plasma dengan kontrasepsi oral.
  • Berpotensi Fatal: Meningkatkan konsentrasi serum dengan inhibitor CYP1A2 yang poten (misalnya: Fluvoxamine, ciprofloxacin).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Sidalud ke dalam Kategori C:
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter