Pengertian

Spasmolit merupakan obat yang mengandung Hyoscine-N-Butylbromide sebagai zat aktifnya. Spasmolit termasuk dalam golongan antispasmodik untuk menangani kram dan sakit perut. Obat antispasmodik adalah obat yang membantu mengurangi atau menghentikan kejang otot pada organ pencernaan yang menjadi salah satu gejala dari Irritable Bowel Syndrom (IBS), yaitu penyakit yang menyerang usus. Spasmolit juga digunakan untuk membantu mengurangi mual, muntah, dan pusing yang berhubungan dengan mabuk darat dan pemulihan dari anestesi dan operasi. Selain itu, Spasmolit juga dapat digunakan dalam pengobatan parkinsonisme, kondisi otot spastik, sindrom iritasi usus, diverticulitis (Divertikulitis adalah kondisi di mana kantung pada kolon (usus besar) mengalami peradangan atau infeksi ), dan kondisi lainnya.

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Anti Spasmodik
  • Kandungan: Hyoscine-N-Butylbromide 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Meprofarm PT

Kegunaan

Spasmolit digunakan untuk membantu meyembuhkan gangguan perut, seperti :
-Menangani kram perut.
-Menangani sakit perut.
-Mengurangi mual, muntah.
-Mengurangi pusing.
-Pemulihan dari anestesi dan operasi.

Dosis & Cara Penggunaan

Spasmolit merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan Obat Keras, sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. 

  • Dosis Lazim : 3 kali sehari 1 sampai 2 tablet.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Spasmolit antara lain :
-Mulut dan kulit kering.
-Berkeringat.
-Ruam gatal pada kulit.

Kontraindikasi
-Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari spasmolit
-Pasien yang memiliki riwayat penyakitmyasthenia gravis (kelemahan otot), Glaukoma, dan Takikardia

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Spasmolit ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.