Pengertian

Spiranter adalah sediaan antibiotik dengan kandungan Spiramycin yang termasuk dalam golongan obat antibiotik mikrolid. Spiranter sering digunakan untuk mengobati Toksoplasmosis atau infeksi parasit Toxoplasma gondii (T. Gondii) pada wanita hamil, infeksi ini dapat menyebabkan cacat pada janin dan penggunaan Spiranter dapat menurunkan risiko penyebaran infeksi pada janin. Spiranter atau Spiramisin bekerja dengan cara menghambat sintesis protein dengan mengikat secara ireversibel ke subunit 50S dari subunit ribosom, sehingga menghambat reaksi transepeptidasi atau translokasi organisme yang rentan yang mengakibatkan pertumbuhan sel terhambat.

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Spiramycin 500 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Interbat PT

Kegunaan

Spiranter merupakan obat yang digunakan untuk membantu mengobati infeksi bakteri, seperti Toksoplasmosis, Cryptosporidiosis atau infeksi yang sering terjadi di saluran pencernaan, Infeksi protozoa, Infeksi yang rentan.

Dosis & Cara Penggunaan

Spiranter merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan Obat Keras, sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. 

  • Aturan penggunaan Spiranter sebagai berikut
    • Dewasa : diminum 3 kali sehari 1 tablet.
    • Anak : 50 - 100 mg/kg BB/hari terbagi dalam 2 sampai 4 dosis terbagi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Spirabiotik, antara lain :
-Mual dan muntah.
-Sakit perut.
-Diare.

Kontraindikasi
-Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap Spiramycin

Interaksi Obat
Spiranter bersifat antagonis dengan penisilin, streptomisin, kanamisin, neomisin dan polimiksin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Spiranter ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.