Pengertian

Spiropent merupakan obat dengan nama dagang yang mengandung zat aktif Clenbuterol HCl. Spiropent digunakan sebagai pengobatan Bronchodilator (memperlebar luas permukaan bronkus). Spiropent atau Clenbuterol termasuk dalam golongan obat simpatomimetik bekerja dengan meningkatkan aliran udara ke dalam paru-paru.

Keterangan

  1. Spiropent Tablet
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Anti Asma
    • Kandungan: Clenbuterol HCl
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Boehringer Ingelheim Indonesia.
  2. Spiropent Sirup
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Anti Asma
    • Kandungan: Clenbuterol HCl
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol 60 mL
    • Farmasi: Boehringer Ingelheim Indonesia.

Kegunaan

Spiropent digunakan sebagai Bronchodilator.

Dosis & Cara Penggunaan

Spiropent termasuk dalam golongan Obat Keras, sehingga penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Dewasa dan usia di atas 12 tahun: 40 mcg/hari, dalam 2 dosis terbagi (tiap 12 jam).
  • Bronkospasme akut: 80 mcg/hari, dapat dikurangi menjadi 20 mcg/hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Spiropent, yaitu:
- Getaran halus otot rangka.
- Ketegangan saraf.
- Sakit kepala.
- Kram otot (jarang).
- Hipokalemia (dosis besar), reaksi hipersensitivitas.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Spiropent:

  • Peningkatan risiko aritmia jantung bila digunakan dengan obat penipis kalium thiazide atau loop diuretik, amfoterisin B, kortikosteroid.
  • Peningkatan risiko hipokalaemia dan takikardia bila digunakan dengan theophilin dosis tinggi.