Pengertian

Sporanox merupakan obat yang mengandung Itraconazole. Sporanox adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi jamur, terutama infeksi jamur sistemik seperti aspergillosis, kandidiasis (infeksi akibat jamur Candida ), dan kriptokokosis (infeksi yang disebbkan oleh Cryptococcus neoformans), di mana obat antijamur lain tidak lagi efektif. Sporanox termasuk dalam golongan antijamur azole, Itraconazole mengganggu sintesis membran sel jamur dengan cara menghambat enzim sitokrom P450 14α-demethylase (P45014DM). Sporanox digunakan biasa digunakan untuk Infeksi akibat jamur atau fungi yang bisa menjangkiti mulut, kulit, dan vagina.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antijamur
  • Kandungan: Itraconazole
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Kalbe Farma.

Kegunaan

Sporanox digunakan sebagai Obat untuk infeksi jamur, mencegah infeksi jamur pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, termasuk orang-orang dengan neutropenia akibat kemoterapi kanker, orang-orang dengan infeksi HIV lanjut, pasien transplantasi, dan bayi prematur.

Dosis dan Cara Penggunaan

Sporanox termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Tinea corporis atau Tinea cruris
    Dosis 100 mg per hari, selama 15 hari, atau 200 mg per hari, selama 7 hari.
  • Pencegahan infeksi jamur pada pasien AIDS dan pasien dengan sel darah putih rendah (neutropenia)
    Dosis 200 mg per hari. Bila diperlukan, dosis bisa ditingkatkan menjadi 200 mg, 2 kali sehari.
  • Panu
    Dosis 200 mg per hari, selama 7 hari.
  • Infeksi jamur dalam aliran darah
    Dosis 100-200 mg, sekali sehari. Dosis dapat ditingkatkan hingga 200 mg, 3 kali sehari, untuk infeksi jamur yang berat hingga mengancam nyawa.
  • Candidiasis pada mulut dan tenggorokan
    Dosis 100 mg per hari, selama 15 hari. Pada pasien AIDS dan neutropenia, dosis yang diberikan adalah 200 mg per hari, selama 15 hari.
  • Candidiasis vagina
    Dosis 200 mg, 2 kali sehari. Hanya dikonsumsi untuk satu hari.
  • Infeksi jamur kuku
    Dosis 200 mg per hari, selama 3 bulan.
  • Infeksi jamur pada tangan atau kaki
    Dosis 100 mg per hari, selama 30 hari, atau 200 mg, 2 kali sehari, selama 7 hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin timbul adalah:

  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Sakit perut
  • Badan mudah lelah
  • Gatal
  • Ruam kulit
  • Hipertensi
  • Albuminuria (kondisi di mana urin mengandung protein albumin yang banyak)
  • Hipokalemia (Kadar kalium dalam darah rendah)
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Pusing.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan bersama Sporanox tidak boleh diberikan bersama obat-obatan ergotamine, irinotecan, ivabradine, midazolam, cisapride, lovastatin, simvastatin, ticagrelor, dan colchicine.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Sporanox :
Jika diberikan alprazolam, antikoagulan, cilostazol, digoxin, kortikosteroid, midazolam, repaglinide, colchicine, dan irinotecan dapat meningkatkan kadar itraconazole dalam darah.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Sporanox ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.