Pengertian

Suprane merupakan obat yang termasuk dalam kelompok obat anestesi umum berbentuk cairan inhalasi. Suprane digunakan untuk menyebabkan bius total (kehilangan kesadaran) sebelum dan selama operasi. Suprane merupaka obat bius yang digunakan dengan cara dihirup (inhalasi). Meskipun Suprane dapat digunakan sebagai terapi tunggal, obat ini juga sering di kombinasikan dengan obat anestesi lainnya. Hal ini membantu menghasilkan anestesi yang lebih efektif pada beberapa pasien.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Anestesi Lokal dan Umum.
  • Kandungan: Desflurane 100%.
  • Bentuk: Cairan Inhalasi.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 240 mL.
  • Farmasi: Kalbe Farma

Kegunaan

Suprane digunakan untuk menyebabkan bius total (kehilangan kesadaran) sebelum dan selama operasi.

Dosis & Cara Penggunaan

Suprane termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Induksi anestesi
    Dewasa, dengan premedikasi opioid, dapat dimulai dengan konsentrasi Suprane 3%, dapat ditingkatkan bertahap 0.5-1.0% setiap 2-3 kali nafas. Konsentrasi Suprane 4-11% menghasilkan efek anestesi untuk pembedahan dalam waktu 2-4 menit.
  • Pemeliharan anestesi:
    Derajat anestesi dalam pembedahan dapat dipertahankan pada konsentrasi Suprane 2-6% ketika menggunakan bersamaan dengan nitrous oxide. Konsentrasi Suprane pada 2.5-8.5% mungkin diperlukan ketikan diberikan bersamaan dengan atau tanpa menggunkan nitrous oxide.
  • Penderita gangguan ginjal dan hati:
    Konsentrasi Suprane 1-4% dalam nitrous oxide/oksigen telah digunakan pada pasien dengan gangguan ginjal kronik atau gangguan hati dan selama operasi transplantasi ginjal.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Suprane, antara lain:
- Batuk
- Depresi napas
- Mual, muntah
- Tekanan darah rendah

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Suprane pada pasien:
- Di ketahu hipersensitif terhadap anestesi berhalogen
- Penderita gangguan fungsi hati
- Leukositosis, atau eosinofilia yang terjadi setelah pemberian anestetik berhalogen sebelumnya

Interaksi Obat:
Tidak ada interaksi yang merugikan secara klinis jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan preanestesi.