Pengertian

Tarivid merupakan sediaan obat yang mengandung zat aktif Ofloxacin. Ofloxacin digunakan untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernafasan, infeksi kulit dan infeksi menular seksual (gonore). Ofloxacin memiliki mekanisme bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan dan memberantas bakteri penyebab infeksi-infeksi tersebut. Tarivid termasuk dalam golongan obat Antibiotik, oleh karena itu Tarivid tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus. Penggunaan Antibiotik harus tepat dosis dan dihabis kan sesuai yang diresepkan oleh Dokter.

Selain itu, Tarivid tersedia dalam bentuk kemasan Tablet, Tetes Mata, dan Tetes Telinga yang diproduksi oleh Kalbe Farma/ Daiichi. Sediaan yang berbeda diformulasikan untuk memudahkan pasien yang sulit menelan dan menutupi rasa yang tidak enak pada obat. Sediaan yang berbeda cara penggunaannya pun berbeda, maka dari itu penggunaan obat ini harus dikonsultasikan dengan Dokter atau Apoteker Anda. Hindari penggunan Tarivid pada ibu hamil dan menyusui.

Keterangan

  1. Tarivid Tablet:
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Kuinolon.
    • Kandungan: Ofloxacin 200 mg; Ofloxacin 200 mg.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Tablet.
    • Farmasi: Kalbe Farma/Daiichi.
  2. Tarivid Tetes Mata:
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antiseptik Mata.
    • Kandungan: Ofloxacin 3%
    • Bentuk: Tetes Mata.
    • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
    • Kemasan: Botol Tetes 5 mL.
    • Farmasi: Kalbe Farma/Daiichi.
  3. Tarivid Tetes Telinga:
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antiseptik Telinga.
    • Kandungan: Ofloxacin 3 mg/5mL
    • Bentuk: Tetes Telinga.
    • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
    • Kemasan: Botol Telinga 5 mL.
    • Farmasi: Kalbe Farma/Daiichi.

Kegunaan

Tarivid digunakan sebagai antibiotk atau pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • ISK 200-400 mg setiap hari dalam 1-2 dosis terbagi selama 1-10 hari.
  • Infeksi berat atau rumit: Hingga 600 mg setiap hari dan hingga 20 hari.
  • Infeksi saluran pernapasan bawah 200-600 mg setiap hari dalam 1-3 dosis terbagi selama 3-10 hari.
  • Infeksi berat atau rumit: Hingga 800 mg setiap hari dan hingga 20 hari.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak: 400 mg setiap hari selama 7 hari.
  • Uretritis gonokokal tanpa komplikasi: Dosis tunggal 200-400 mg.
  • Uretritis non-gonokokal 400 mg setiap hari selama 9 hari.
    Penggunaan Oral diminum sesudah makan untuk mengurangi kemungkinan nyeri pada lambung dan hindari konsumsi zat besi, antasida, dan produk susu selama pengobatan dengan Tarivid.

Dosis Tetes Mata dan Telinga
Tarivid digunakan dengan diteteskan pada mata dan telinga yang membutuhkan.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Tarivid, yaitu:
1. Shock.
2. Gejala anafilaktoid.
3. Sindrom Lyell.
4. Rhabdomyolysis.
5. Gangguan tendon.
6. Anemia.
7. Sakit kepala.
8. Pusing.
9. Gangguan tidur, gangguan hati dan hematologi.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Tarivid pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Hipersensitivitas atau alergi.
2. Kehamilan dan menyusui.
3. Anak-anak.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Tarivid dengan Antasida dapat mengurangi penyerapan.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Tarivid ke dalam Kategori C: (Perhatian terutama pada trimester pertama).
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.