Pengertian

Tarontal merupakan sediaan obat yang mengandung Pentoxifylline. Tarontal digunakan untuk meningkatkan aliran darah sehingga meringankan gejala berupa nyeri pada kaki atau tangan. Tarontal bekerja dengan membantu aliran darah lebih mudah mengalir melalui arteri yang sempit. Tarontal meningkatkan jumlah oksigen yang dapat disampaikan oleh darah ketika otot-otot membutuhkan lebih banyak (seperti selama latihan) sehingga dapat meningkatkan jarak berjalan kaki atau berolahraga.

Keterangan

  1. Tarontal Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Hemorologis.
    • Kandungan: Pentoxifylline 400 mg.
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Tablet.
    • Farmasi: Bernofarm PT.
  2. Tarontal Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Hemorologis.
    • Kandungan: Pentoxifylline 20 mg/mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Ampul @ 5mL; Ampul @ 15mL
    • Farmasi: Bernofarm PT.

Kegunaan

Tarontal digunakan untuk pengobatan penyakit pembuluh darah perifer.

Dosis & Cara Penggunaan

Tarontal merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan tarontal juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa: 400 mg 3 kali sehari, dapat dikurangi menjadi 400 mg 2 kali sehari sesuai toksisitas.

Efek Samping

  1. Sakit kepala, pusing.
  2. Tremor.
  3. Gugup.
  4. Kantuk dan gangguan tidur.
  5. Mual, muntah.
  6. Ketidaknyamanan epigastrium.
  7. Perut kembung.
  8. Sembelit.
  9. Diare, pencernaan yang terganggu.
  10. Penglihatan kabur.
  11. Ruam, eritema, pruritus, urtikaria.


Kontraindikasi:

Hindari penggunaan Tarontal pada pasien yang memiliki indikasi:

  1. Hipersensitivitas pada pentoxifylline, xanthine metil lainnya.
  2. Perdarahan retina otak, aritmia jantung berat.


Interaksi Obat:

Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Tarontal:

  1. Peningkatan pajanan dan toksisitas dengan simetidin, siprofloksasin.
  2. Peningkatan risiko perdarahan dan lama protrombin dengan antikoagulan (misal. Warfarin), inhibitor agregasi platelet (misal. Clopidogrel), dan ketorolak.
  3. Dapat meningkatkan kadar teofilin dan toksisitas.
  4. Peningkatan efek farmakologis dari agen antihipertensi, insulin dan agen hipoglikemik oral.


Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Tarontal ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.