Pengertian

Tetrin merupakan sediaan obat yang mengandung Tetrasiklin. Tetrasiklin termasuk dalam golongan Antibiotik untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kemih dan infeksi kulit (jerawat akut). Tetrasiklin bekerja dengan cara mencegah sintesia protein dan menghambat pertumbuhan sel. Penyalahgunaan Antibiotik yang tidak tepat dosis dapat menyebabkan resistensi (kebal) terhadap bakteri dan menurunkan efektifitas kerja obat ini.

Keterangan

Golongan: Obat Keras
Kelas Terapi: Tetrasiklin.
Kandungan: Tetrasiklin 250 mg; Tetrasiklin 500 mg.
Bentuk: Kapsul
Satuan Penjualan: Strip.
Kemasan: Strip @ 10 Kapsul.
Farmasi: Interbat PT.

Kegunaan

Tetrin digunakan sebagai antibiotik atau antimikroba (menghambat pertumbuhan bakteri patogen).

Dosis & Cara Penggunaan

Tetrin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan tetrin juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Infeksi yang rentan
    Dewasa: 250-500 mg, 6 jam. Maks: 4 g / hari.
    Anak: ≥12 tahun Max: 2 g setiap hari.
  • Jerawat
    Dewasa: 250-500 mg setiap hari, dalam dosis tunggal atau terbagi, setidaknya selama 3 bln.
  • Sifilis
    Dewasa: 500 mg 4 kali sehari selama 15 hari.
  • Gonore
    Dewasa: 500 mg 4 kali sehari selama 7 hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Tetrin Kapsul, yaitu:
Mual, muntah, diare dan kehilangan nafsu makan. Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaaan Tetrin dan konsultasikan ke Dokter.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Tetrin Kapsul pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Hipersensitif terhadap salah satu tetrasiklin.
2. Gangguan ginjal berat.
3. Penggunaan bersamaan dengan metoksifluran, vit A atau retinoid.
4. Laktasi.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Tetrin Kapsul:
1. Gangguan absorpsi dengan antasid yang mengandung kation divalen dan trivalen (Al, Ca, Mg), Fe, Zn dan Na bikarbonat sediaan, kaolin-pektin, subsalisilat bismut, sukralfat, strontium ranelate, colestipol dan colestyramine.
2. Dapat mengganggu kerja bakterisidal penisilin.
3. Dapat mempotensiasi efek antikoagulan.
4. Dapat mengurangi kemanjuran kontrasepsi oral.
5. Efek nefrotoksik dapat diperburuk oleh diuretik atau obat nefrotoksik lainnya.
6. Dapat meningkatkan efek hipoglikemik insulin dan sulfonilurea pada pasien Diabetes Melitus.
7. Dapat meningkatkan efek toksik alkaloid dan metotreksat ergot.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Tetrin Kapsul ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).