Pengertian

Thyrozol merupakan obat mengandung Thiamazole yang digunakan untuk membantu mencegah produksi berlebihan kelenjar tiroid. Kelebihan produksi kelenjar tiroid dapat menyebabkan hipertiroid. Gejala hipertiroid adalah munculnya benjolan pada bagian leher, mudah lelah, penurunan berat badan drastis dan perubahan metabolisme tubuh. Thyrozol juga digunakan sebagai pengobatan selama masa istirahat dengan pengobatan radioterapi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Agen Antitiroid
  • Kandungan: Thiamazole 5 mg; Thiamazole 10 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Blister
  • Kemasan: Blister @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Merck Indonesia

Kegunaan

Thiamazole digunakan untuk mengobati hipertiroid (produksi hormon tiroid berlebihan akibat adanya gangguan pada kelenjar tiroid).

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran Dokter:

Perawatan konservatif hipertiroidisme:
Dosis awal:25-40 mg setiap hari. Dosis harian maksimal: 40 mg dalam dosis tunggal 20 mg.
Kasus ringan: 10 mg 2 kali sehari.
Kasus yang parah: 20 mg 2 kali sehari.
Dosis pemeliharaan: Kurangi dosis hingga 5-20 mg setiap hari (biasanya membutuhkan pemberian hormon tiroid tambahan).
Regimen dosis kedua: Monoterapi Biasanya di berikan dosis 2,5-10 mg setiap hari.

Anak-anak
Dosis awal: 0,3-0,5 mg / kgBB / hari.
Dosis pemeliharaan: 0,2-0,3 mg / kgBB / hari.
Pengobatan hormon tiroid tambahan mungkin diperlukan.

Wanita hamil
2,5-10 mg setiap hari tanpa hormon tiroid.

Efek Samping

- Gatal
- Kemerahan
- Ruam

Kontra Indikasi
Hindari penggunaan Thyrozol pada pasien:
- Hipersensitif
- Penderita granulocytopenia
- Penderita kolestasis yang ada sebelum memulai terapi
- Penderita kerusakan sumsum tulang sebelumnya setelah perawatan dengan / carbimazole atau methimazole.

Interaksi Obat
Efek antikoagulan diperkuat oleh vitamin K.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Thyrozol ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).