Pengertian

Tobradex merupakan obat tetes mata yang mengandung Tobramycin dan Dexamethasone. Tobradex digunakan untuk membantu mengobati atau mencegah peradangan pada mata yang di sertai dengan infeksi bakteri. Tobradex bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri dan membantu mengurangi gejala infeksi seperti pembengkakan dan gatal.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antiseptik Mata dengan Kortikosteroid
  • Kandungan: Tobramycin 0.3%, dexamethasone 0.1%
  • Bentuk: Tetes mata
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 5 ml
  • Farmasi: Tempo Scan Pacific

Kegunaan

Tobradex digunakan untuk membantu mengobati atau mencegah peradangan pada mata yang di sertai dengan infeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Tobradex merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan tobradex juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Teteskan Tobradex 1-2 tetes pada mata setiap 4-6 jam sekali. Dosis dapat di tingkatkan menjadi setiap 2 jam selama 24-48 jam awal, kurangi frekuensi secara bertahap jika respon yang sudah terlihat.

Efek Samping

  • Reaksi hipersensitivitas
  • Gatal dan bengkak pada mata
  • Peningkatan tekanan intraokular
  • Glaukoma
  • Kerusakan saraf optik
  • Pembentukan katarak subkapsular posterior dan keterlambatan penyembuhan luka
  • Infeksi sekunder terutama setelah penggunaan jangka panjang

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Tobradex pada pasien:

  • Infeksi virus kornea dan konjungtiva (misalnya: Keratitis herpes simpleks epitel, vaccinia, varisela).
  • Infeksi mikobakteri atau jamur pada mata.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Tobradex ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.