Pengertian

Topamax merupakan sediaan obat yang mengandung Topiramate. Topiramate digunakan secara tersendiri atau dikombinasikan dengan obat lain untuk membantu mencegah dan mengontrol kejang pada penyakit epilepsi. Topamax juga digunakan untuk mencegah sakit kepala migrain dan menurunkan frekuensi nya. Topamax tidak akan membantu mengobati migrain setelah terjadi, karena Topamax hanya bekerja sebagai pencegahan. Hindari penggunaan Topamax pada ibu hamil dan menyusui.

Pengertian

Golongan: Obat Keras
Kelas Terapi: Antikolvusan.
Kandungan: Topiramate 25 mg; Topiramate 50 mg; Topiramate 100 mg
Bentuk: Tablet
Satuan Penjualan: Strip.
Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
Farmasi: Johnson & Johnson Indonesia PT

Kegunaan

Topamax digunakan sebagai monoterapi pada pasien dengan epilepsi yang baru didiagnosis atau untuk konversi ke monoterapi pada pasien dengan epilepsi. Terapi tambahan untuk orang dewasa dan anak-anak (≥ 2 tahun) dengan kejang onset parsial atau kejang tonik-klonik umum. Selain itu, juga dapat digunakan sebagai Profilaksis sakit kepala migrain pada orang dewasa.

Dosis & Cara Penggunaan

Topamax merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan topamac juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Epilepsi (monoterapi) Dewasa Awalnya 25 mg setiap malam selama 1 minggu.
    Anak ≥2 tahun Awalnya 0.5-1 mg / kg malam untuk minggu pertama. Tingkatkan dosis dengan peningkatan 0.5-1 mg / kg setiap hari dalam 2 dosis terbagi pada interval 1-2 minggu.
  2. Pasien dg gangguan ginjal, CrCl
    Anak ≥2 tahun Awalnya 25 mg (atau kurang, berdasarkan kisaran 1-3 mg / kg setiap hari) setiap malam untuk minggu pertama.
  3. Pencegahan sakit kepala migrain Dewasa 25 mg setiap malam selama 1 minggu, dapat ditingkatkan dalam peningkatan 25 mg setiap hari dengan interval 1 minggu. Total dosis harian: 100 mg dalam 2 dosis terbagi.

 

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Topamax, yaitu, Penurunan / peningkatan berat, pusing, kelelahan, mual, lesu, anoreksia, disartria, penglihatan kabur, nafsu makan berkurang, gangguan daya ingat, diare, gangguan perhatian.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Topamax pada pasien yang memiliki indikasi hipertensi atau alergi.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Topamax:
1. Penurunan konsentrasi plasma dengan fenitoin dan carbamazepine. Dapat menurunkan kadar serum digoxin.
2. Jangan gunakan bersamaan dengan alkohol atau depresan SSP lainnya. Kemungkinan penurunan efikasi OC.
3. Pengurangan glyburide AUC.
4. Meningkatnya risiko nefrolitiasis bersama agen predisposisi nefrolitiasis.
5. Penggunaan bersamaan dengan asam valproik telah dikaitkan dengan hiperamonemia tanpa atau tanpa ensefalopati dan hipotermia.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Topamax ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).