Pengertian

Topisel adalah sediaan Lotion yang memiliki kandungan zat aktif Selenium sulfide. Topisel digunakan untuk membantu mengatasi jamur pada kulit seperti panu dan ketombe. Topisel digunakan sebagai obat topikal (untuk penggunaan luar) yang dapat digunakan oleh semua kalangan usia kecuali anak-anak, ibu hamil dan menyusui. Topisel atau Selenium sulfida memiliki sifat antijamur dan antiseborik. Topisel aktif terhadap Pityrosporum ovale, jamur seperti ragi yang merupakan bagian dari flora normal kulit kepala. Topisel memiliki efek sitostatik pada sel-sel epidermis dan epitel folikel, sehingga mengurangi produksi ketombe.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antijamur.
  • Kandungan: Selenium sulfide 2.5%.
  • Bentuk: Lotion
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 30 mL.
  • Farmasi: Galenium Pharmasia Laboratories PT

Kegunaan

Topisel digunakan untuk mengatasi ketombe dan panu.

Dosis & Cara Penggunaan

Topisel termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  1. Ketombe, dermatitis seboroik
    Dewasa: Sebagai sampo atau lotion 2.5%: Pijat ke kulit kepala yang basah, biarkan selama 2-3 menit lalu bilas sampai bersih. Gunakan dua kali seminggu selama 2 minggu, dapat diulangi dengan interval yang lebih jarang sesudahnya. Sebagai sampo atau lotion 1%: Oleskan 1-2 kali seminggu.
  2. Tinea versikolor atau panu
    Dewasa: Sebagai lotion 2.5%: Oleskan ke daerah yang terinfeksi jamur, tanbahkan sedikit air dan biarkan di kulit selama 10 menit, kemudian bilas sampai bersih. Ulangi prosedur sekali sehari selama 7 hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Topisel, antara lain:

  • Iritasi kulit, terutama di area genital dan lipatan kulit.
  • Kulit kepala berminyak.
  • Perubahan warna rambut, rambut rontok.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Topisel pada pasien yang memiliki indikasi Hipersensitif, Kulit rusak atau sangat meradang.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Topisel ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.