Pengertian

Toras merupakan sediaan obat yang memiiki kandungan zat aktif methylprednisolone. Toras termasuk dalam golongan hormon kortikosteroid yang digunakan mengurangi gejala, seperti: pembengkakan, nyeri dan reaksi alergi. Toras juga dapat di gunakan untuk membantu mengobati kondisi, seperti: asam urat, kelainan darah, reaksi alergi yang parah, kanker tertentu, kondisi mata, penyakit kulit, ginjal, usus dan paru-paru dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Toras atau Metilprednisolon bekerja dengan cara berikatan dan mengaktifkan reseptor glukokortikoid intraseluler, sehingga meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat
  • Kandungan: Methylprednisolone 8 mg; Methylprednisolone 4 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pharos Indonesia PT

Kegunaan

Toras digunakan untuk mengatasi alergi dan peradangan.

Dosis & Cara Penggunaan

Toras termasuk ke dalam golongan Obat Keras, sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter:

  1. Kondisi Alergi
    • Dewasa:
      Hari ke 1: 24 mg pada hari 1
      Hari ke 2: 20 mg pada hari ke 2
      Hari ke 3 :16 mg pada hari ke 3
      Hari ke 4 : 12 mg pada hari ke 4
      Hari ke 5 : 8 mg pada hari ke 5
      Hari ke 6 : 4 mg pada hari ke 6, diberikan sebelum sarapan.
  2. Antiinflamasi atau Imunosupresif
    • Dewasa: Dosis awal: 2-60 mg setiap hari dalam 1-4 dosis terbagi, tergantung pada penyakit yang sedang dirawat.
    • Anak-anak: 0.5-1.7 mg/kg berat badan/hari

Dosis penggunaan Toras juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Toras, antara lain:

  • Reaksi alergi berat.
  • Gangguan kejiwaan (depresi).
  • Eufhoria (kegembiraan yang berlebihan),
  • Insomnia.
  • Perubahan suasana hati, perubahan kepribadian, peningkatan kerentanan dan keparahan infeksi.
  • Hipertensi.
  • Tukak peptik.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Toras pada pasien yang memiliki indikasi infeksi jamur sistemik kecuali terapi anti infeksi khusus digunakan.

Interaksi Obat

  • Kehilangan penekan adrenal yang diinduksi kortikosteroid dengan aminoglutethimide.
  • Risiko hipokalaemia dengan agen penipisan K (misal. Amfoterisin B, diuretik).
  • Penurunan pembersihan dengan antibiotik macrolide.
  • Dapat menurunkan kadar isoniazid dalam serum.
  • Peningkatan clearance dengan kolestyramine.
  • Risiko kejang dengan siklosporin.
  • Peningkatan risiko aritmia dengan digitalis glikosida.
  • Penurunan metabolisme dengan estrogen, termasuk kontrasepsi oral.